Selasa, 30 Ogos 2011

Bersabarlah Sayang




Semua insan sedang gembira
Di hari ini sayang
Hari yang mulia
Marilah bersama berhari raya
Hilangkan duka

Lupakan saja kisah yang lalu
Gantikan cerita baru
Agar hatiku waspada selalu
Tak perlu ku kesalkan
Tak perlu aku tangiskan


Pada mereka yang tak mengerti
Menuduh diriku
Di jurang kesalahan saja

Ku tak sampai hati
Biarkan aku begini

Tetapi dirimu dan juga temanku
Yang tahu kisah derita
Dan luka di dada,
hanya kuharapkan
Aku mampu bersabar
Dan bertenang selalu




Song performed by: Sanisah Huri


Selamat Menyambut AidilFitri untuk semua yang mengunjungi blog ini, dan kepada semua yang mengenali saya, saya telah banyak melakukan dosa dan kesalahan, dengan ikhlasnya saya memohon ampun dan maaf dari hujung rambut ke hujung kaki kepada anda semua. Ampunkanlah diri saya.


Selamat hariraya buat putera dan puteriku, akhtar, haida, islah dan fiq..Muga rahmat dan barakah dari Allah sentiasa mengiringi kamu semua, sampaikan salam ayah buat nenda-nendamu dan bonda-bondamu, ayah beraya sendirian lagi ditahun ini....

Ahad, 28 Ogos 2011

Tiada semangat motivasi walau selalu baca artikel Motivasi?


Anda sudah berkali-kali membaca artikel motivasi tapi masih tidak ada apa-apa kesan pada diri Anda. Anda tak rasa apa-apa. Anda tidak terinspirasi pun. Anda tidak ada motivasi. Anda rasa macam Anda buang masa.

Kenapa semua tu terjadi?

1. Sebab Anda NEGATIF orangnya.

Anda tidak bermotivasi walau sudah berkali-kali membaca artikel motivasi sebab Anda negatif. Anda bukan orang berfikiran positif. Anda bukan mencari inspirasi, tetapi mencari salah yang terdapat dalam artikel motivasi yang Anda baca.



2. Sebab Anda MENYAMPAH melihat orang lain.

Orang yang tidak memaafkan orang lain dan tidak pernah wujud rasa kagum pada pencapaian tinggi orang lain seringkali akan rasa menyampah tiap kali terpandang sesiapun jua di sekelilingnya. Juga tidak dapat merasakan kegembiraan dan perasaan ingin mengucapkan tahniah apabilamelihat kejayaan orang lain.

3. Dalam hati Anda ada dendam terpendam.

Anda memendam rasa tidak puas hati. Anda tidak memaafkan orang yang berbuat salah pada Anda. Anda mahu orang tu melutut di hadapan Anda. Anda tak puas hati selagi dia tidak meminta maaf pada Anda. Marah yang terpendam berubah menjadi dendam seiring dengan berubahnya perjalanan masa. Bila sudah ada dendam terpendam, Anda susah untuk merasa bermotivasi.

4. Anda selalu memaki-maki dan Anda selalu mengucap perkataan buruk.

Bila bergurau, Anda selalu menggunakan perkataan-perkataan yang kurang baik seperti ‘sial’, ‘babi’ dan lain-lain. Walaupun Anda sudah biasa melontarkan perkataan sedemikian dan Anda sudah terbiasa melakukannya, ketahuilah kesannya pada diri Anda amat buruk sekali. Anda susah untuk merasa bermotivasi bahkan cepat merasa tertekan.

5. Anda tidak respek orang lain, bahkan selalu mempersenda dan merendah-rendah.

Hati Anda melambangkan sikap Anda. Sikap Anda melambangkan bagaimana rupanya hati Anda. Hati orang bermotivasi adalah hati yang selalu menunduk. Semakin berisi, semakin menunjuk, ibarat padi. Anda tidak bermotivasi kerana Anda tidak respek pada orang lain (walau siapapun dia), Anda tidak kagum pada orang lain (walau apa jua pencapaiannya), Anda merendah-rendahkan orang dan mempersenda kekurangan orang lain. Anda merasa ia cuma gurauan, tapi sebenarnya sikap sedemikian melatih Anda menjadi insan negatif.

Dari segi logik akal, jika Anda orang yang tercari-cari inspirasi lalu terdorong untuk membaca artikel motivasi, biasanya Anda akan merasa bersemangat selepas selesai membaca artikel motivasi tersebut.

Tetapi, jika Anda sedang mencari-cari inspirasi tetapi Anda tidak merasa bersemangat, Anda sesuatu yang tak kena pada hati Anda.

Mungkin, hati Anda ada kekotoran tersembunyi.

Mungkin, matlamat kejayaan Anda kabur.

Mungkin, Anda tidak tahu kejayaan bagaimana yang Anda mahu capai dalam hidup.

Sumber:imotivasi

Khamis, 25 Ogos 2011

You're The Boss (don't let anyone take that away from you)


Hi Talhah,

Do you ever have days that just turn into a downward
spiral and make you wish like you never got out of bed ?

Well, if you're like most of us, I'm sure you're able to
recall what those days feel like.



When this happens, we're essentially 'giving up' our
controll, we are relinquishing command to the mercy of
others and the events of the day.

These are the days when we should be standing up and
saying, "I am the boss, I'm in charge of how I feel!"

To do this you have to take greater control over your
"focus". By focus I mean, of course, your thoughts and
emotions.

It's definitely not easy to avoid being influenced by the
things you experience day to day, especially if you're
not use to controlling your own thoughts and
emotions. Sometimes no matter how hard you try, you
keep slipping back into old habits and losing your
focus.

Here's two tips that I use almost everyday to keep
controll. Give them a try next time you feel things
starting to slip away!

1) "I choose to believe [blank] ...."

This statement can come in very handy when you start
falling back into negative thinking. One little thing will
happen and suddenly you'll find yourself locked into a
negative state of mind where nothing is going right and
nothing ever will!

When you notice this happening, you can take control
IMMEDIATELY by saying things that counteract the
negative things you were just thinking.

Examples:

"I choose to believe that everything will work out just fine."
"I choose to believe that I control my thoughts and emotions."
"I choose to believe that great success is my destiny."
"I choose to believe that I can do anything I desire."


Just remove the focus from negative expectations and thoughts,
and replace them with more positive (and powerful) affirmations.


2) "I choose to feel [blank] ...."

It's easy to forget that you really *do* have the power to
choose your emotional state, and this little statement
can help remind you!

Whenever you notice you're starting to feel down or
aggravated, "choose" the emotion you want to feel instead.

"I choose to feel calm."
"I choose to feel happy."
"I choose to feel inspired."
"I choose to feel optimistic."

Then, of course, once you've chosen a more positive
emotion, you need to focus on actually *feeling it*.

That may sound difficult, but it's NOT if you use the power
of your thoughts....

Think about *something* that makes you feel calm, happy,
inspired or optimistic. It can be something from your past,
something you want to experience, or something that's just
pure fantasy. As long as it inspires the right emotions, you're
on the right track!

It takes a little bit of time at first, but once you get into
the habit, you'll find it happens almost on "auto-pilot"...

Warmly,
Richard
New You Life Coaching

Need help? Do this today to get on track!


Hi talhah!

I want you to think about something today...

I know I always talk 'pushing your comfort zone' and 'saying
YES to new opportunity' and that IS so important -- BUT I
don't want you to underestimate the power of some of the things
in your life that are working -- let me explain so you know
how to use this for your success...

There's something to trying something new BUT there's also
something powerful to tried and true.

Let me give you an example...

The other night I decided to try a new restaurant.

I had read some reviews online and was looking forward to the
'authentic' mexican food that awaited me.

When I hit the front door, I was a bit surprised.

The interior was VERY dark and it looked quite run down...
I said to myself 'C'mon give it a chance - this could be
the best food you've ever eaten' and sat for my feast.

Then things got interesting...

The waiter threw a scratched up plastic dish of what looked
like old vegetables in front of me and then my murky drink
arrived...more red flags went off, but I was determined to
give it more of a chance...

Then I realized there were no menus and I heard the waiter
loudly explaining the limited options to a table across the room.

Finally the chips and salsa were put in front of me and I
thought 'Now we're talking' -

But I was SO wrong...

The chips were stale and the salsa was watery and finally
my internal assessor took over.

'Let's get out of here' - I said to my friends - 'this place is horrible!'

So we paid the waiter for our murky drinks and quickly got
out of there...



We went around the corner to one of my 'regular' places.
The host recognized me and sat us right away, our drinks
were clear and cold, the chips were warm and the salsa was delicious.

It was so empowering to take ourselves out of a bad situation
instead of committing to trying something new for new's sake.

The point is - there is excitement and the chance for discovery
when you try something new, but there is also something to what
you already know is tried and true.

So I want you to do something -- ask yourself this question...

"Where in my life are things working?"

Or

"What is a time in my life when things were working?"

Then look at what you were doing at that time in your life --
what attitude did you have? What habits did you have? What
did you put most of your focus on? Were you looking for
Challenges or Opportunities? etc. etc. etc.

What you are doing (or did) when things are working is
tried and true and THAT is what you want to repeat over
and over again!

Now ask yourself this...

"What in my life isn't working?"

Whatever answer you come up with, THAT is where you need
to do something NEW :)

Got it?

Good, now try it!

Life Mastery is Yours!

Kristen

Ahad, 14 Ogos 2011

FITRAH



Setiap dari kita inginkan pahala dan kesempurnaan dari setiap ibadah yg dikerjakan seperti ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tetapi, kesempurnaan yg diharapkan itu kadangkala diselubungi kecacatan, kekurangan dalam bentuk perkataan, perbuatan atau lintasan hati. Namun, Allah SWT yang bersifat Maha Pemurah, yang mengetahui akan kelemahan dan kekurangan diri hambaNya, mengurniakan penebus dan pembersih kecacatan dan dosa-dosanya itu melalui ibadah Zakat Fitrah

Di dalam kitab Nihayatul Muhtaj diriwayatkan bahawa Imam Waki' bin Al-Jarrah berkata:

"Sesungguhnya Zakat Fitrah di bulan Ramadhan, seumpama Sujud Sahwi bagi ibadah solat. Ia menampung kekurangan puasa sebagaimana Sujud Sahwi menampung kekurangan solat".

Ini bertepatan dengan Firman Allah yang mana maksudnya:

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” [Al Ahzab:33]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

[Al Baqarah:277]


“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang- orang yang ruku” (Al Baqarah : 43)


Kenapakah ia disebut zakat fitrah ?

Imam An-Nawawi r.a. menyebutkan, fitrah bermaksud jiwa atau asal usul penciptaan manusia. Oleh itu, Zakat Fitrah diwajibkan oleh Allah SWT kepada orang Islam sebagai penebus jiwa daripada dosa dan kesalahan yang mereka lakukan.

Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani pula menyatakan, Zakat Fitrah bermaksud, zakat yang diwajibkan oleh Allah SWT ke atas orang-orang Islam kerana berbuka pada bulan syawal, setelah selesai berjuang menghadapi ujian lapar dan dahaga berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Ia adalah sebagai satu tanda kemenangan melawan hawa nafsu.

Bayangkan pula, betapa gembiranya orang-orang fakir dan miskin, kerana ia dapat membeli pakaian, makanan dan keperluan untuk menyambut 'Idul-Fitri dengan sumbangan Zakat Fitrah yang ditunaikan oleh saudara Islamnya yang lain.

Inilah sifat mulia yang diajar oleh Islam kepada umatnya. Mereka adalah umat yang saling bersatu-padu dan bekerjasama dalam apa jua keadaan, sama ada susah mahupun senang. Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :

"Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kelembutan dan kasih sayang di antara mereka ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota sakit, maka seluruh anggota turut merasakannya dengan tetap berjaga dan demam." (Riwayat Muslim)

Janganlah kita menjadi umat Islam yang hanya membiarkan saudara Islam yang lain terbiar dalam penderitaan dan kesusahan tanpa kita mempedulikan keadaan mereka. Rasulullah s.a.w. mengingatkan kita dengan sabdanya yang bermaksud :

"Tidak beriman dengan aku seseorang Muslim yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan dia tahu jirannya dalam kelaparan".
(Riwayat : Al-Bazzar)


Pembayaran Zakat

Daripada Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud:

"Rasulullah s.a.w. menfardhukan Zakat Fitrah satu gantang kurma, atau satu gantang gandum ke atas hamba atau orang merdeka, lelaki atau wanita, kanak-kanak atau dewasa dari kalangan orang Islam. Dan Nabi memerintahkan agar ia ditunaikan sebelum orang ramai keluar untuk melakukan solat (Hari Raya)".
(Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Sempena Bulan Ramadhan yang penuh berkat ini, pihak Lembaga Zakat Selangor membuka Kaunter Bayaran Zakat Fitrah di seluruh Kaunter Zakat di Negeri Selangor. Kaunter-kaunter Zakat juga dibuka di kompleks membeli-belah, pasaraya, dan sebagainya. 'Amil Fitrah bertauliah berada di setiap masjid dan surau di Negeri Selangor bagi memudahkan umat seluruh umat Islam untuk menunaikan Zakat Fitrah.

Zakat Fitrah boleh dibayar bermula pada 1 Ramadhan sehinggalah pagi 'Idul-Fitri. Kadar bayaran Zakat Fitrah pada tahun ini adalah sebanyak RM7.00 atau bersamaan berat satu gantang beras iaitu 2.7 kg.


Sumber: JAKIM

Sabtu, 13 Ogos 2011

OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 6


THIS ARTICLES IS NOT ABOUT BLAME! IT'S ABOUT CURE

Kemaafan Dendam Yang Terindah



"Maafkan semua perkara yang menyakitimu. Bebaskan hatimu dari dendam. Apabila kamu masih menyimpan kemarahan, tak kira atas alasan apa pun, sebenarnya, kamu hanya menyakiti dirimu, bukan menyakiti orang yang kamu marahi. Dendam dan marah hanyalah membuatkan kita sentiasa hidup pada hari semalam, dimana hari kita telah disakiti, ini hanya akan menyulitkan kita untuk maju ke hadapan dan memiliki masa depan yang baik"

Kata-kata diatas ini telah saya nukilkan didalam artikel Law Of Abundance (Hukum Kelimpahan Hidup). Sebenarnya kata-kata ini amat bermakna dengan mendalam terhadap diri saya. Ianya berkait rapat dengan OCD yang saya alami.

Setelah saya dirujuk kepada Pakar Jiwa, dan melalui beberapa sessi terapi, satu kesimpulan telah dapat dibuat oleh pakar iaitu tentang bagaimana saya boleh menghidapi OCD.

Saya terlalu banyak memendam perasaan semenjak kecil, menahan kemarahan dan terlalu banyak dipaksa supaya beralah demi kepentingan orang lain sehingga kepentingan diri saya tidak diperdulikan lagi. Terlalu banyak perkara-perkara yang 'tidak selesai' atau tidak diberi peluang untuk selesai sepertimana yang saya kehendaki sewaktu saya membesar dan berada diusia pembentukkan minda separa sedar.

Saya memang dilahirkan dengan beberapa 'kelainan' dari segi sistem nerve (saraf) dimana sejak lahir saya memiliki hyperhidrosis ~ tapak tangan dan tapak kaki yang kerap berpeluh tidak mengira masa walaupun didalam bilik berhawa dingin yang sejuk' ~ yang mana hal ini membuatkan saya menjadi lebih cenderung atau mudah untuk menghidapi gangguan berbentuk penyakit psikiatrik. Akan tetapi jika pengetahuan dan persediaan yang tepat berjaya dilakukan, ianya boleh dielakkan.

Saya dilahirkan didalam keluarga yang susah, mempunyai adik beradik yang ramai iaitu seramai 9 orang, saya yang ke 8. Ibu saya tidak bekerja, manakala ayah saya hanyalah seorang mata-mata polis dengan pendapatan kurang dari RM600 sebulan. Dengan jumlah anak yang seramai itu, dan pendapatannya yang rendah, ayah saya selalu runsing dengan masalah kewangan, kadangkala selalu berlaku pergaduhan dengan ibu saya sewaktu saya kecil dan ianya bukanlah pergaduhan kecil, tetapi amat brutal bagi saya ketika itu kerana setiap kali ayah mengamuk, segala maki hamun akan saya dengar darinya dan saya akan kecut perut. Ini membuatkan saya hilang rasa hormat padanya.

Ayah seorang yang sangat garang, cara dia mendidik anak adalah berorientasikan "rotan". Dia tidak pernah menunjukkan apa-apa rentak psikologi dalam membesarkan kami. Seluruh kampung tempat kami tinggal mengenali dia sebagai seorang yang sangat garang dan ramai anak-anak muda yang takutkan dia. Rumah saya umpama mahkamah, tempat menjatuhkan kesalahan dan hukuman.Begitu juga emak, juga seorang yang sangat garang dan cepat tangan.

Beberapa perkara yang sangat menimbulkan kesan buruk pada diri saya adalah antaranya, saya amat dikawal ketat dari segi pergaulan, jarang saya dapat bermain dengan bebas seperti kawan-kawan lain. Jika saya keluar dalam jangka waktu yang lama, pasti saya akan diturut pulang dengan rotan. Dan saya selalu diejek kawan akan hal ini. Saya dan adik beradik yang lain digesa supaya "baca buku!", belajar, buat kerja sekolah! Sehingga aktiviti kokurikulum seperti ingin menyertai pengakap, atau bermain badminton juga tidak dibenarkan.

Kebanyakkan adik beradik saya berjaya mendapat keputusan yg baik dalam penilaian darjah 5 (UPSR sekarang ini) dan berpeluang ke sekolah asrama penuh. Saya juga tidak terkecuali, saya mengikut arahan ibubapa supaya belajar dan saya mendapat 4A 1B dan saya amat gembira kerana saya memikirkan saya akan dapat memasuki asrama penuh seperti abang dan kakak saya dan meninggalkan rumah yang seumpama mahkamah itu.

Apa yang membuat saya sangat-sangat kecewa ialah ketika saya mengakhiri darjah 6, ayah saya tidak berniat menghantar saya kemana-mana sekolah asrama penuh dengan alasan, ayah dah pencen, adik beradik lain semua tengah belajar, jadi saya mesti kesekolah dihujung kampung bagi menjimatkan belanja. Saya amat sedih dengan keputusan ini dan saya yang berusia 12 tahun ketika itu tidak tahu kemana saya hendak mengadu. Sekurang-kurangnya walau pun tidak dapat ke asrama, biarlah saya bersekolah dibandar, dimana rakan-rakan sekolah rendah saya bersekolah disana. Ini adalah kerana sekolah dihujung kampung itu adalah sekolah yang mana pelajar-pelajarnya terdiri dari pelajar-pelajar yang mendapat keputusan corot dalam penilaian dan bukan dari sekolah rendah saya belajar. Saya tahu, kebanyakan mereka ini budak-budak nakal.

Ketika itu, saya merasa amat sedih, kecewa dan marah, saya bertanya pada diri saya, mengapakah aku dipaksa belajar setiap hari, dilarang dari bermain diwaktu petang, jika aku hanya akan dihantar kesekolah begini? Mengapakah untuk adik beradik yang lain ayah sanggup turun naik tangga pejabat pendidikan untuk memastikan mereka dapat melanjutkan pelajaran ke sekolah yang bagus? Mengapa bukan pada saya? Kalau nak masuk sekolah ini, dapat 5 E pun tak apa. Apakah gunanya aku belajar selama ini kalau kemudiannya aku tak dihargai? Zaman itu adalah zaman kegilaan basikal BMX. Ayah saya memujuk saya dengan mengatakan jika saya setuju bersekolah dihujung kampung, dia akan membelikan saya basikal tersebut. Maka dengan pujukan itu, saya merasa sedikit lega. Tetapi ternyata ayah saya tidak mengkotakan janjinya. Tiada basikal seperti yang dijanjikannya. Saya amat kecewa, merasa tertipu dan semakin menyimpan dendam kemarahan.

Apakah tindakan yang saya lakukan ketika usia 13 tahun dengan menghadapi konflik begitu? Tanpa saya sedari, suatu keinginan memberontak mula timbul iaitu, saya akan menjadi orang yang jahat seperti yang ayah mahu (kerana dimasukkan ke sekolah yang bercampur dengan budak nakal). Memang benar, disekolah itu, jika saya tidak mengikut arus pergaulan dengan rakan-rakan baru yang memang tiada sahsiah yang baik itu, saya akan dibuli dan diperlekehkan. Akibatnya, saya terpaksa menyertai mereka dalam banyak hal. (if you can't fight them, join them). Saya mula berjinak dengan rokok dan ketika itu adalah zaman arus rock dan juga tarian breakdance melanda tanahair. Saya tidak terkecuali. Selain itu, kehadiran novel-novel porno dikalangan remaja mula tersebar. Mulanya saya tidak tahu hal ini, tetapi setelah seorang pelajar senior menyuruh saya membacanya, baru saya tahu wujudnya majalah dan novel seperti itu. Ada yang saya pinjam dan sorokkan didalam rak buku saya. Semua yang saya lakukan ini bukan dengan hati yang gembira, tetapi seolah satu dendam kepada ayah saya yang pada fikiran saya sengaja ingin merosakkan masa depan saya.

Ada beberapa perkara baik tentang saya yang dikenalpasti oleh guru disekolah, mereka tahu saya seorang pelajar pintar, berkaliber dan punya potensi untuk berjaya. Ketika tingkatan 2, saya dipilih menjadi pengawas, tetapi ayah tidak setuju. Guru didiplin datang kerumah memujuk ayah saya, tetapi saya dengar dari dalam bilik, ayah saya mengatakan "TIDAK! dia bukanya tahu buat kerja tu semua, lagipun kalau jadi pengawas, nanti jadi kuli cikgu aja buat apa!" Sekali lagi saya tertampar kerana saya sangat ingin menjadi pengawas. Saya hanya mampu melihat dihari penyampaian Tali leher kepada pengawas baru, ada sebuah tali leher berlebih diatas meja didepan perhimpunan, Saya tahu itu sepatutnya menjadi kepunyaan saya. Hati saya sangat hancur dan sebak ketika itu.


Suatu hari, ayah terjumpa majalah porno didalam rak buku simpanan saya, apa lagi meletuplah Perang Nuklear dirumah saya. Saya tidak tahu akan hal itu, cuma ketika waktu makan tengahari baru saya tahu bila emak mula menyindir-nyindir. Saya cukup takut, dan apa yang saya takutkan memang berlaku. Malam itu, dengan penuh ego seorang hakim, ayah saya memanggil semua adik beradik dan emak saya berhimpun ditengah rumah dengan saya duduk disebelahnya. Bermulalah sessi memberi aib, iaitu memberitahu semua adik beradik apa yang saya lakukan, betapa teruk dan jahatnya saya, sambil maki hamun dan tumbukkan serta pukulan demi pukulan saya hadapi tanpa ada sesiapa yang membela atau memberi kasihan. Selalunya, bila ayah memarahi saya, emak tidak akan membela akan tetapi akan turut menambahkan pukulan kepada saya.

Sebagaimana biasa, kakak-kakak saya akan menambah-nambahkan lagi kemarahan ayah saya dengan macam-macam tuduhan. Dan saya amat malu, merasa diri tak berguna, rasa ingin bunuh diri, ingin lari sahaja. Dan perkara-perkara ini menimbulkan kesan mendalam di jiwa saya. Mengapa ayah tidak mahu berjumpa saya secara personal dan memberi saya nasihat dengan ikhlas sebagai seorang ayah supaya saya tahu apa yang buruk dan baik, mengapa mesti dimalukan didepan ahli keluarga? Tidakkah dia terfikir mengapakah saya boleh menjadi sedemikian?

Ketika usia 14 tahun ini juga, saya mengalami mimpi penanda akil baligh dan saya pernah belajar perkara ini didalam kelas ugama sewaktu di Tingkatan 1. Maka pada keesokkan paginya, saya berada agak lama didalam bilik air kerana melakukan ibadah 'mandi wajib' yang sebelum ini tak pernah saya alami. Oleh kerana saya mengambil masa yang agak lama dan ada ramai yang menunggu, emak saya yang terkenal dengan leterannya itu meleteri saya sepanjang saya didalam bilik air. Saya amat terganggu dan tak dapat menumpukan perhatian pada kehendak 'meratakan air ke seluruh badan'. Akhirnya saya menjerit dgn nada marah dan berkata, "sekejapla! apa semua orang sebok nih!..

Sebaik sahaja selesai dalam keadaan yang amat terganggu, saya terus membuka pintu bilik air dan saya mengambil wudhu pula, tanpa saya menduga, ayah saya menerpa masuk kebilik air dan menolak saya kelantai.

" anak kurang ajar!" bentaknya sambil mencabut getah paip dan memukul saya dengan getah paip itu tanpa belas kasihan. Akibatnya, tangan kanan saya tak dapat bergerak buat beberapa hari dan badan saya penuh dengan birat2. Saya tidak dapat kesekolah hari itu kerana saya memang tidak berdaya.

Perkara inilah yang mencetuskan trauma dan was-was pertama saya terhadap ibadah fekah, iaitu lantaran kewajipan mandi wajib, saya dipukul hingga begini.

Kisah 'tidak puas hati' ini terus bersambung apabila saya lulus SRP (PMR kini), dan saya berusaha untuk keluar dari rumah. Saya memohon masuk ke vokasional dan berjaya mendapat tempat di vokasional Butterworth Pulau Pinang. Sekali lagi saya dihalang, tetapi kali ini dengan pandangan-pandangan cetek dari orang lain. Abang ipar saya dari Pulau Pinang mengatakan Vokasional tersebut bersebelahan dengan Pusat Latihan Tentera Udara Australia, dan kebanyakkan mereka adalah Gay. Abang saya yang belajar di Sekolah Men Sains pula membuat kenyataan yang merisaukan ayah iaitu SPVM kena ambil 12 subjek, kalau SPM hanya 9 subjek, boleh ke dia ni buat?..Akhirnya, setelah bermacam-macam tentangan yang diajukan dihadapan saya, dengan airmata yang mengalir, saya koyakkan surat tawaran itu dihadapan mereka, puashati mereka. Dan saya tetap bersekolah disitu, mengambil jurusan sastera.

Usia 16, tahun inilah saya mula merasakan suka mengasingkan diri, sukakan perkara-perkara low-profil, jika diajak kemana-mana oleh keluarga saya sudah hilang minat untuk mengikut. bagi saya, aku ni bukan penting, buat apa nak ajak aku. Jika anda pernah membaca artikel "Awas: Bila Kebahagiaannya adalah Kekecewaan" sayalah Arman didalam artikel itu.

Diusia ini, saya beruntung memiliki seorang kenalan wanita (Salsiah) tetapi beliau tidak bersekolah lagi setelah gagal SRP. Beliau bukan dari kampung saya tetapi datang ke kampung saya untuk menjaga anak saudaranya. Seiring dengan usia remaja, saya mula meminati lawan jenis saya. Saya mengenali dia pun dari suatu insiden terlanggar dia ketika saya menunggang basikal. Cara saya berhubung dengan dia ialah dengan menghantar surat. Kepada dialah saya banyak mengadukan hal saya, dan dia yang setahun lebih tua dari saya amat matang dan mampu memberikan saya nasihat-nasihat yang selama ini tidak dapat saya perolehi dari keluarga saya.

Walaubagaimanapun, suatu hari, kakak saya terjumpa surat yang dihantar oleh Sal dan memberikan kepada ayah. Sekali lagi perang meletus, dan kali ini kakak saya menghafal isi surat tersebut dan sering menyindir-nyindir saya dengan isi surat tersebut.

Salahkah perkara ini? Bukankah ini naluri kelelakian yang normal yang dianugerahkan Tuhan? Sepaptutnya saya ditunjukkan jalan supaya menggunakannya dengan cara yang betul. Apakah tujuan mereka membuat semua ini? Saya bukan berzina ataupun bercinta, hanya berkawan. Adakah mereka bertujuan untuk mendidik saya atau pun apakah ini bukan tentang salah atau tidak, tetapi kerana mereka sendiri tiada peluang berbuat begitu?..Dan saya amat terseksa, malu dan merasa segalanya tentang saya hanya diperlekeh-lekehkan.


Antara kesan-kesan yang lain ialah membentuk perasaan inferiority complex (rendah diri melampau). Contohnya, ketika saya berjaya lulus SPM dengan cemerlang, saya menolak tawaran ke IPTA, tetapi memilih Tingkatan 6, kerana saya merasakan saya tidak layak bergaul dengan pelajar-pelajar cemerlang di IPTA. Begitu juga setelah lulus STPM dengan agak cemerlang, saya menolak tawaran ke UM dengan alasan, tak apalah, tak nak susahkan orang tua, biar saya kerja dulu, nanti saya sambung belajar. Saya juga menolak tawaran ke Maktab Perguruan MPIK tanpa apa-apa sebab, tiada siapa yang tahu akan tawaran ini, saya menerima jawapan dari surat panggilan, dan saya membacanya dan sejurus itu saya mengoyakkannya. Bagi saya, sudah tentu mereka akan menentang dan memberi pelbagai alasan bahawa saya tidak layak kesana seperti yang telah saya alami sebelum-sebelum ini. Dan hakikat yang sebenarnya, saya memang sangat merasakan saya tidak layak untuk melangkah masuk kesana atau tempat-tempat lain yang hebat kerana mindset saya selalu ditekankan bahawa

'saya tak layak untuk ketempat yang hebat-hebat, kau tu bingal, bodoh, lembab, anak haram zadah dan lain-lain yang selalu ayah saya gelarkan diri saya"

Saya sentiasa berfikir saya ini anak sial, anak tak berguna, dan berbagai-bagai lagi gelaran buruk saya berikan pada diri saya, yang mana mengikut Hukum Daya Tarik, saya menarik masuk tenaga berbentuk apa yang saya fikirkan lebih banyak lagi kedalam ruang realiti hidup saya. Saya bertambah merasa rendah diri apabila adik bongsu saya diberi pula sokongan untuk memasuki MCKK sewaktu dia menjejak Tingkatan 1.

Atas pertolongan seorang jiran kampung, saya mendapat kerja sebagai pembantu pelanggan di sebuah kompleks beli belah dengan gaji RM310 sebulan, setelah tamat STPM, dan ibu saya menganggap saya seperti kisah-kisah dalam TV, iaitu:
Ha! Kau dah abis sekolah, sekarang dah kerja, kau kena bagi duit tiap-tiap bulan bantu mak bapak!

Saya faham tanggung jawab saya, tetapi dengan gaji sebanyak itu, apalah yang dapat sangat saya bantu, saya juga perlukan tambang, duit belanja makan dan lain-lain. Maka setelah betul-betul buat budget, saya hanya mampu memberikan emak antara RM50 ke RM100 sebulan (pada masa itu jumlah itu agak besar).

Tetapi pada bulan kedua, saya menggunakan wang gaji untuk membeli kasut untuk saya gunakan bekerja kerana kasut yang saya gunakan adalah saya pinjam dari kawan. Maka pada bulan itu, saya hanya mampu berikan RM30 sahaja pada emak. Emak sangat marah dengan perbuatan saya itu dan mencampakkan duit itu semula kepada saya. Saya sangat sedih dan ketika mengutip semula wang itulah saya merasakan diri saya memang seorang anak yang sangat tidak berguna. Berbanding dengan abang dan kakak saya yang mampu memberikan beratus ringgit pada ibubapa setiap bulan. (Tetapi bukankah mereka semua diberi peluang ke sekolah yang baik untuk membina masa depan malah ke luarnegara)

Dan akhirnya saya membesar dengan perkara-perkara yang saya rasa tidak pernah selesai ini, dan menjadi seseorang yang saya rasa bukanlah diri saya sendiri, seolah-olah kebebasan saya untuk memilih profesi dan minat saya telah dirampas, dan semua ini membawa kepada meletusnya simptom OCD iaitu ketidakpuashatian yang melampau hingga menjadikan saya was-was dalam banyak hal. Sebabnya ialah saya terlalu berhati-hati dalam membuat apa jua pun bagi mengelakkan dari diketahui keluarga, kerana takut ditertawakan atau diperlekehkan seperti mana yang selalu ayah saya lakukan. Dan akhirnya simptom ini meledak ketika saya berusia 23 tahun sedang bekerja disebuah bank swasta, hingga saya terpaksa diadmitkan ke wad Sakit Jiwa.

Disinilah Pakar Jiwa mengenalpasti apakah yang telah saya alami dan akibatnya minda separa sedar saya telah membentuk sesuatu sistem pertahanan diri yang aneh bagi memastikan diri saya sentiasa selamat dari diaibkan, ditertawakan atau diperlekehkan. Didalam mindset saya, ayah adalah orang yang bertanggung jawab atas kegagalan diri saya.

Saya mengambil masa yang sangat lama untuk pulih dari semua ini, dan sebenarnya, Ubat yang paling mujarab sekali ialah, apabila saya memberikan sebuah Kemaafan Dendam Yang Terindah kepada Allahyarham Ayah saya, dan membebaskan diri saya dari semua dendam dan kemarahan ini. Kemudian, saya belajar memahami bahawa ayah saya tidak berniat untuk berlaku zalim kepada saya, tetapi dia juga sudah terdidik dengan cara pengasuhan yang garang oleh orang-orang tua dahulu, dan ayah saya tidak pernah belajar tentang psikologi, beliau juga tertekan dengan masalah kewangan hingga membuatkan dia selalu hilang pertimbangan. Saya cuba memasuki kedalam ruang dirinya untuk memahami dirinya.

Hari ini, saya tidaklah berjaya sepertimana anak-anaknya yang lain, tetapi saya berbangga memiliki ayah seperti dia, yang tidak pernah membiarkan kami lapar, dan tidak mengabaikan tanggungjawabnya memberikan kami pendidikan ugama dan lain-lain, cuma caranya yang kurang mesra dan terburu-buru tanpa diplomasi.

Saya memaafkan dia seikhlas hati saya, dan saya juga berharap agar segala dosa saya diampunkan oleh Allahyarham.



Saya tidak sembuh sepenuhnya dari OCD, akan tetapi kebanyakan gangguan yang datang, dapat saya nyahkan dengan lebih cepat dari sebelumnya. Dan saya sendiri tidak menyangka bahawa saya yang pernah terperuk disudut wad sakit jiwa bersama dengan pesakit-pesakit jiwa yang kronik suatu masa dulu, berjaya menghasilkan artikel-artikel yang anda baca didalam blog ini walaupun bukanlah hasil yang hebat, tetapi bagi saya inilah antara pencapaian dan memori indah untuk diri saya yang pernah jatuh dengan teruknya untuk saya garapkan didalam minda separa sedar saya bahawa saya juga berhak dan layak untuk bahagia seperti orang lain.

Saya juga tidak pernah menyangka bahawa hari ini saya mampu mengendalikan siri-siri seminar Husnuzzon dan Hukum Tarikan dan bercakap dihadapan orang ramai termasuk pensyarah universiti dan golongan-golongan intelektual serta memberikan motivasi dan inspirasi kepada audien. Mungkin jua apa yang saya kongsikan ini mampu memberikan sedikit pencerahan kepada orang lain.


Saya sangat-sangat bersyukur diatas penciptaan Tuhan terhadap diri saya, saya seorang yang sangat bernasib baik untuk melalui segalanya ini.

Berikan Kemaafan Dendam Yang Terindah pada masa lalu anda, dan Syukuri hari ini, Optimislah untuk masa depan anda. Semalam adalah sejarah, esok adalah misteri dan hari ini adalah pasti.

I'm grateful to be: ME!

sekian, penutup siri OCD ~ cadangan perincian pengaplikasian. Semoga dapat memberikan sedikit idea sebagai ikhtiar dalam usaha mengubati diri dari penyakit OCD bagi penghidapnya


Terimakasih yang tak terhingga kepada YB Dr. Fuziah Salleh, Dr. Daud, Unit Kaunseling Islah, Unit Kaunseling DBKL, Puan Azie & Dr. Rahim Ghouse, Kekanda Norhafizah, Allahyarham Ustaz Abdullah, Jum'azulhisham, A.A dan semua rakan-rakan dan mereka-mereka yang banyak memberikan bantuan dan sokongan samada dari segi kewangan dan moral dari peringkat awal aku didiagnos dengan OCD hinggalah kini. Hanya Allah SWT yang dapat membalas jasa anda semua.


Kerana cinta, Aku kembara
Bagai camar melintas laut
Mencari pohon untuk berteduh

Kerana cinta, Aku kembara
Ikut lagu, Bisikan hati
Mendamba kasih paling setia

Sepasang sayap tak terlihat
Umpama mimpi yang tersimpan
Jadi rintik
Rintik hujan
Menciptakan awan yang terpilu

Puisi ini tercipta,
lantas tak kesampaian
Hajat meronakan
Gelora rindu ku kepadamu

Ingin sekali
Aku ungkapi
Isyarat jiwa dengan sempurna
Biar kau mengerti
Biar kau sedari
Perasaanku yang memujamu

Sepasang sayap tak terlihat
Umpama mimpi yang tersimpan
Jadi rintik
Rintik hujan
Menciptakan awan yang terpilu

Jumaat, 12 Ogos 2011

OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 5

Melakukan komitmen dan Usaha

Langkah seterusnya yang dicadangkan setelah melalui langkah-langkah sebelum ini ialah melakukan dengan bersungguh-sungguh komitmen dan usaha disamping terus melakukan langkah yang sebelum ini (meminta, affirmasi, menghayati rasa tawakkal).

Teruskan berdoa, teruskan solat hajat kita, terus beraffirmasi dan menghayati rasa tawakkal (percaya kita sedang / telah disembuhkan).

Seiring dengan itu, beberapa usaha PERLU dilakukan. Kita tidak boleh berserah dan berharap kepada Allah SWT supaya menyembuhkan kita tanpa kita sendiri juga menunjukkan padaNya komitmen kita dalam usaha kita untuk menyembuhkan diri kita dari OCD.

Sepertimana yang telah saya sarankan sebelum ini didalam siri 2, adalah amat digalakkan untuk membuat temujanji dengan pakar jiwa. Ikuti segala arahan doktor samada dari segi ubat-ubatan dan terapi.

Datang ke setiap temujanji kaunseling yang diberikan.

Selain dari itu, saya ingin kongsikan beberapa langkah yang pernah saya lalui sepanjang pengalaman saya yang lalu.

Antaranya:

1. Mendapatkan rawatan urut tradisional dari pakar urut.

Biasanya orang-orang tua dikampung-kampung tahu akan istilah 'urut pecah angin medu'..

Urutan ini adalah urutan seluruh tubuh badan dan perlu diulang 3 kali dan setelah itu terpulang pada individu samada ingin mengulanginya sekali setiap bulan.

Pakar urut akan berusaha memecahkan angin medu yang terkumpul dibahagian ulu hati atau perut, (sejenis angin yang terkumpul yang mana memberi gangguan pada kelancaran saraf tubuh manusia - dari sudut lain, ianya juga tempat yang suka diduduki oleh makhluk halu seperti jin ~wallahuaklam)

Selain dari itu, teknik mengurut ini akan membantu memecahkan blockage (sekatan) pada sistem nerve pada bahagian kepala dan tengkuk. Saya merasakan satu kelegaan dan keringanan setelah melalui rawatan urut tradisional ini.

Selepas melalui sessi ulangan urut tradisional ini, saya dapati penglihatan saya yang selama ini seakan kelam menjadi lebih jelas, dan dapat merasa keberadaan saya didalam diri yang mana sebelumnya saya sering merasa seolah diawang-awangan dan terlalu mudah terganggu dan tenggelam punca.

Baru saya dapat menghayati apa itu 'I'm in control'

2. Minum air rebusan akar Jerangau Merah.

Gambar dibawah ini adalh gambar jerangau merah atau nama saintifiknya Acorus Calamus. Ianya boleh didapati di toko-toko ubat tradisional. Caranya ialah dengan merebus 2 ketul Jerangau merah ini hingga mendidih, jadikan minuman pagi,petang dan malam. Hal ini telah diajarkan kepada saya oleh seorang pengamal perubatan tradisonal yang terkenal. Menurut beliau, khasiat jerangau merah ini adalah sangat baik untuk bahagian urat saraf dan otak. Bagi saya, usaha ini, dengan izin Allah banyak memberikan perubahan.







Setelah melalui rawatan urut tradisional dan mengamalkan minum air rebusan jerangau merah ini, baru saya sedar selama ini pendengaran telinga saya tidak berapa jelas atau tidak seimbang. Ini mungkin berlaku akibat sekatan-sekatan dalam sistem saraf .

Imbangan pendengaran sangat penting dan ianya juga mempengaruhi kita ketika melakukan kerja-kerja harian dan jika ianya tidak berfungsi dengan baik, peratus gangguan was-was sangat mudah untuk terbentuk.

3. Mempelajari Teknik EFT (Emotional Freedoms Technique)

Langkah ini telah saya kongsikan sebelum ini. Sila klik LINK

Jangan memandang remeh kepada Teknik ini, ianya telah terbukti memberi kesan dan kelegaan kepada kebanyakkan masalah emosi mahupun fizikal.


4. Melatih diri dengan Latihan Pernafasan.

Antara latihan pernafasan yang pernah diajarkan kepada saya oleh seorang ustaz ialah seperti berikut.

a. Mulakan dengan Bismillah dan Berselawat ke atas Nabi SAW beberapa kali.

b. Duduk dan biarkan tengkuk kita tegak. Cuba bertenang.

c. Menyedut nafas melalui hidung dengan perlahan sedalam-dalamnya hingga dada menegak dan TAHAN NAFAS ini. Pastikan tiada nafas yang keluar.

d. Semasa menahan nafas, (didalam hati) ucapkan 2 kalimah syahadah dengan sepenuh hati dan jiwa dan juga penghayatan.

e. Hembuskan nafas melalui mulut dengan kiraan 10 saat.

f. Lakukan sewaktu bangun tidur pagi hari, selepas solat dan sebelum tidur.


g. Jika anda ingin melakukannya 2 atau 3 kali setiap kali melakukannya , PASTIKAN anda mengambil nafas seperti biasa dahulu sebelum mengulangi sekali lagi.

h. Untuk mengetahui antara kebaikan dari latihan pernafasan ini, sila klik LINK


5. Allowing (membenarkan)

Kita perlu membenarkan diri kita memiliki apa yang kita impikan. Dalam konteks ini, kita sendiri perlu membenarkan diri kita menjadi sembuh, pulih dan normal seperti orang lain yang bebas OCD.

Kadangkala kita tidak menyedari bahawa kita sendiri takut untuk mengakui kebenaran bahawa kita telah sembuh kerana selama ini kita telah terlalu lama dan biasa hidup didalam suasana terganggu dan tidak tenteram sentiasa, sehingga kita tidak 'pandai' untuk hidup didalam suasana yang aman tanpa gangguan.

Sentiasa ingatkan dan beritahu diri anda dengan fakta yang benar yang dipersetujui oleh hati anda seperti:

- Nabi SAW didalam hadisnya pernah bersabda bahawa hanya penyakit tua dan mati sahaja yang tiada ubat atau penyembuh baginya. Terdapat banyak hadis-hadis yang menyatakan dan menggambarkan tuntutan mencari ubat dan kesembuhan.
~INI ADALAH FAKTA BENAR

- Dapatkan info-info dan maklumat tentang orang-orang yang menghidap OCD, tetapi telah pulih walaupun bukan 100 peratus, tetapi telah memiliki kekuatan untuk menyahkan gangguan dengan mudah.

- Sentiasa fahami dan ingatkan diri bahawa tiada yang mustahil bagi Allah untuk melakukan apa sahaja kepada hambanya, dan Allah hanya memberikan yang terbaik kepada hambaNya

Dan berbagai-bagai pernyataan dan fakta positif yang boleh anda dapati bagi memastikan anda sentiasa konsisten dalam usaha anda

Semua ini akan membuatkan diri anda bersetuju untuk membenarkan diri anda berasa LAYAK untuk memiliki impian anda (pulih dan bebas OCD) tadi.


Langkah inilah yang dinamakan :
Membenarkan diri anda memiliki permintaan anda
sendiri. (Allowing)



6. Husnuzzon dan berperasaan optimis.

Didalam melakukan usaha-usaha dan ikhtiar ini, kita PERLU merasa optimis (yakin berjaya) dan merasakan kegembiraan seolah kejayaan telah pun dicapai. Ingat! kita mesti berusaha menarik masuk kedalam realiti kehidupan kita akan perkara-perkara yang kita inginkan, dan kita memang sentiasa menariknya melalui apa yang kita rasakan dan kita cetuskan melalui pemikiran kita.

Maka, sentiasalah cetuskan pemikiran bahawa anda adalah bebas OCD.

Jika kita melakukan usaha tetapi dimasa yang sama turut melayan rasa putus asa, tak yakin akan pulih, masih merasa 'aku terlalu lemah untuk melalui semua ini' dan lain-lain yang bercirikan negatif, maka kita telah membuat tanggapan yang hanya merugikan diri kita sendiri.


7. Tiada yang sempurna

Berusaha mengikis sikap 'perfectionist' di dalam diri yang selama ini menyebabkan kita terperangkap dalam dunia 'serba tak kena' ini. Tidak dinafikan terdapat individu perfectionist yang menempa kejayaan didalam hidup mereka. Tetapi berapa kerat? Jika dengan sikap perfectionist ini menyebabkan kita mudarat, apa perlunya kita memiliki sifat ini?

Bagi saya, jika kita ingin kekal dengan sifat perfectionist, kita tidak boleh hidup didunia ini dan terlibat dengan orang lain, dan ini adalah sesuatu yang mustahil. Dengan gangguan OCD ini, sikap perfectionist membuat kita menjadi lebih tersiksa. Bayangkanlah, mana ada didalam dunia ini, dimana orang lain tahu apa yang kita fikirkan.

Contohnya seperti kita mahu turun dari tangga dan menuju ke sinki dapur, dan kita tidak mahu ada sesiapa menegur kita sehingga kita ke sinki, tetapi, bagaimana jika ada orang lain di rumah? tentu kita akan ditegur bila-bila masa, mungkin kita akan ditanya sesuatu perkara dan sebagainya. Ini adalah hakikat kehidupan normal. Dan orang yang menyapa kita itu melayan kita sebagai seorang normal dan waras. Tetapi kebanyakan OCD's boleh terganggu dan terasa ingin naik semula ke atas dan turun semula tanpa ditegur. Jika second round pula ada orang lain pula menyapa kita, atau telefon bimbit berbunyi? bagaimana? rasa ingin terduduk dan marah? Ini sebagai contoh kecil sahaja.

Bila perkara seperti ini berlaku, atau dalam senario yang lain (mungkin gangguan pada individu lain didalam bentuk lain, tetapi hakikatnya sama), apa yang perlu kita lakukan untuk menteramkan jiwa kita yang terganggu?

Ingatkan diri bahawa, apa yang kita hadapi ini adalah kehidupan normal manusia, dan cara pemikiran kita yang perfectionist itu membuatkan kita terpenjara. Cuba fahami ini: Apakah maksud PERFECT? = SEMPURNA.

Siapakah yang sempurna? Tiada sesiapa yang sempurna, Hanya ALLAH SWT SAHAJA YANG MAHA SEMPURNA. Adakah kita ingin menjadi Tuhan?..Oleh kerana kita bukan Tuhan, tetapi hamba, maka kerana itulah sifat perfectionist ini tidak sesuai dimiliki atau dilayan oleh kita.

Kemasan cadar tidak betul-betul rata dan licin?..katakan :
habis tu, mengapa? masuk nerakakah? Berdosakah?

Susunan buku tidak mengikut laras geometri yang tepat, katakan:
Habis tu, mengapa? adakah salah disisi Allah perkara itu?

Kita setiap hari mengucapkan:

Sesungguhnya solatku, amal ibadahku, hidupku dan matiku hanya semata-mata kerana Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. (setiap hari 5 kali sehari kita mengulangi kalimat ini didalam solat). Maka terapkan dalam hati kita, segala yang kulakukan adalah kerana Allah, jika susunan buku itu membuat aku terganggu, adakah aku ini terganggu kerana cara susunan buku yang salah itu berdosa disisi Allah? sama sekali tidak. Maka mengapa aku mesti merasa terganggu? Rujuk kembali siri 2 dimana saya ada menerangkan cara menanam implant kekuatan melawan.

Begitu jugalah dengan perkara-perkara lain, serta merta ingatkan apakah hukumnya perkara yang kita rasa terganggu itu disisi Allah. Ingatlah, bahawa hanya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenang. Sila klik LINK

BERSAMBUNG KE LINK

Budayakan 'Terimakasih' Dalam Kehidupan



Sabda Rasulullah S.A.W

“Barangsiapa diberi suatu pemberian kemudian menemukan sesuatu untuk membalasnya, maka hendaklah ia membalas dengannya. Jika ia tidak menemukan sesuatu untuk MEMBALAS kebaikan, maka hendaklah ia memberikan PUJIAN, karena orang yang memberikan pujian berarti ia telah berterima kasih, dan barangsiapa yang menyembunyikan kebaikan, maka ia telah MENGINGKARI kebaikan yang diberikan kepadanya.”
[HR Tirmidzi]




”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]


“Doanya seorang muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya PASTI DIKABULKAN. Di dekat kepalanya ada malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, ‘Amiin.’ Dan engkau akan mendapatkan yang SERUPA.”
[HR Muslim]

Khamis, 11 Ogos 2011

OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 4

Menghayati Rasa Tawakkal

Dari siri OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 1-3, kita telah meneliti dan memahami konsep husnuzzon, dan memisahkan antara perkara yang TIDAK dinginkan dengan YANG DINGINKAN. Seterusnya menulis apakah matlamat sebenar yang kita inginkan secara terperinci. Kemudian kita telah membuat permintaan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dengan bersungguh-sungguh dan seterusnya melakukan affirmasi.

Apa yang perlu diyakini sekarang ialah MEMAHAMI apakah status dan situasi anda kini.

Saya cuma ingin menyertakan satu sahaja dari Firman Allah tentang kekuatan dan tuntutan berdoa kepadaNya:

Maksud ayat:

Berdoalah kamu kepadaKu, nescaya akan aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina
(Surah Al-Ghafir:60)

Sebagai orang Islam yang wajib mempercayai rukun iman, kita perlu menyedari bahawa rukun iman yang ke 3 ialah percaya kepada kitab Allah. Dalam konteks ini, Al-Qur'an. Maka dengan ini, tidak boleh tidak, tanpa apa pengecualian pun, kita wajib percaya dengan jaminan yang telah Allah berikan melalui ayat yang disebutkan diatas tadi, iaitu doa kita telah pun dimakbulkan oleh Allah sebaik sahaja setelah anda berdoa/ membuat permintaan maka:

Anda kini dalam proses untuk menerima hasil permintaan anda tadi.

Inilah proses yang dipanggil : The Receiving Steps (jika anda pernah membaca The Secret atau Buku-buku tentang Law of Attraction oleh pengamal barat)

Maksud Firman Allah:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya.
Dan memberi rezeki kepadanya dari sumber yang tidak disangka.
Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan keperluannya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya.
Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.”
(QS At-Talaq : 2-3)

Untuk menghayati rasa tawakkal ini, saya ingin bertanya, apakah perasaan anda setelah anda tahu bahawa permintaan anda telah/sedang dimakbulkan?

Anda sepatutnya berasa gembira dan mampu tersenyum. Seterusnya mengucapkan kesyukuran dan terimakasih yang tidak terhingga kepada Yang Maha Esa.

Bagi menjelaskan dengan lebih lanjut tentang isu ini, sila klik: LINK

Saya ingin menekankan disini, jika kita tidak mahu mewujudkan rasa gembira dan syukur dalam diri kita diatas kesembuhan diri kita, ini bermakna kita tidak menghayati dengan betul usaha kita ini. Sekali lagi saya ingin tekankan bahawa:

Allah berfirman dalam hadis Qudsi:
Anaa ‘inda dzanni abdii bii, faliyadzunn bii ma syaa-a

Ertinya:
Aku akan bersama (mengikutkan) sangkaan hambaKu padaKu, maka hendaklah dia berprasangka dengan apa yang dia inginkan

(Hadis Qudsi Riwayat Tabbrani dan Al Hakam)

Maka berikan persangkaan bahawa doa anda telah dimakbulkan; atas sandaran apa? atas sandaran Firman-firman Allah antaranya seperti yang disertakan diatas tadi didalam surah Al Ghaffir ayat 60, atau pun ayat-ayat lain yang terdapat banyak saya catatkan didalam blog ini.

Lawan rasa putus asa atau rasa negatif anda dengan melakukan Affirmasi. Pengamal-pengamal Hukum Tarikan dibarat (bukan islam) mengucapkan affirmasi mereka lebih dari 200 kali sehari.

Sebagai contoh: Kita telah berdoa memohon diberikan kesembuhan atas penyakit OCD, maka setelah kita memohon pada Allah, dan Allah telah berfirman bahawa setiap doa itu pasti dimakbulkan, maka permintaan anda telah makbul, maka adalah TEPAT dan WAJAR untuk kita mengucapkan Affirmasi:

"Aku kini telah sembuh" atau "Pemikiran dan Perasaanku semakin sihat dan Normal" sebagai affirmasi yang diulang-ulang pengucapannya setiap hari.

Rakan saya saudara Is-Haq pernah menyatakan:

"biasanya apabila saya memiliki sesuatu hajat, sebelum berdoa, saya akan bertanya diri sendiri; "berapa peratuskah kemungkinan untuk doaku kali ini dimakbulkan?"

jika saya merasa peluang untuk doa itu dimakbulkan ialah 50-50, saya akan berdoa dengan doa yang sama sebanyak dua kali (sekurang-kurangnya la). Bermakna jika saya berdoa sebanyak tiga kali,peluang untuk doa saya dimakbulkan sudah mengatasi 100 peratus!

Apa lagi yang kita nak?

Saya kagum dengan kesungguhan pengamal LOA di dunia barat..yang sanggup mengulangi affrimasi sesuatu hajat sehingga 200 kali dalam sehari..kerana itu bermakna, walaupun keyakinan bawah sedar mereka untuk berjaya mencapai hasrat tertentu itu hanya serendah 0.5 % (lebih rendah daripada 1%!), pada akhirnya mereka tetap 100% berpeluang memperolehinya! (0.5% X 200= 100% !)"


Sebuah Kisah sebagai inspirasi:


Oleh: CATHY GOODMAN

"Saya telah didiagnos menghidap kanser. Saya benar-benar percaya dalam hati saya, dengan kekuatan dalaman saya bahawa saya telah disembuhkan. Setiap hari saya akan menyatakan “Terima kasih diatas penyembuhan ini” Saya percaya dengan sepenuhnya. Saya sudah sembuh. Saya melihat diri saya bagaikan tidak pernah menghidap penyakit tersebut.

Salah satu cara yang saya gunakan adalah untuk melihat filem-filem lucu. (ini adalah cara mereka- masyarakat barat) Apa yang saya lakukan adalah untuk sentiasa tertawa. Saya elakkan tekanan dan stress dari menghantui hidup saya.

Dari masa saya didiagnos hingga ke masa saya disembuhkan adalah 3 bulan . Dan saya sembuh tanpa kimoterapi."

Kisah ini memberikan inspirasi dari contoh ini menekankan 3 perkara penting –
1. Kelebihan bersyukur untuk sembuh,
2. Kelebihan dengan keyakinan yang sangat tinggi
3. Kelebihan gelak ketawa (mengelakkan rasa putus asa, kecewa dan stress) untuk menyembuhkan penyakit di dalam tubuh badan kita.




Tubuh kita telah dicipta oleh Tuhan dengan sungguh menakjubkan.Proses ‘self-healing’ penyembuhan dengan sistem immunisasi. Anda luka,ia akan sembuh sendiri. Anda mendapat jangkitan bakteria sistem immunisasi akan menyembuhkan dengan bertindakbalas dengan bakteria tersebut. ~ DR BEN JOHNSON

Penyakit tidak boleh berada didalam tubuh badan yang mempunyai cetusan fikiran yang harmoni (positif) ~BOB PROCTOR

Perlu dingatkan, jika anda membaca LINK yang saya sertakan tentang Ringkasan Hukum Tarikan didalam OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 3, bahawa teori asasnya ialah:

" Anda menarik masuk kedalam kehidupan anda, segala apa yang paling banyak anda berikan fokus, tumpuan dan perhatian yang mendalam samada perkara positif ataupun negatif"

Berikan fokus bahawa kita kini semakin sihat/ telah sihat/ seperti manusia normal lain (bebas OCD)

PERINGATAN
Perkara yang terpenting sekali didalam usaha kita ini adalah bersabar, dan elakkan sikap ingin cepat baik dalam masa sehari atau secepat mungkin. Sesungguhnya, hanya Allah yang Maha Mengetahui waktu yang tepat dan sesuai untuk memberikan kepada kita apa yang kita perlukan.(Affirmasi: Everything I need comes to me at the Perfect Time).

"Bukan semua keinginan dan impian kita akan dapat kita miliki tepat seperti yang kita harapkan, TETAPI kita pasti akan memiliki segala apa yang kita PERLUKAN. Segala apa yang kita perlukan itu termasuklah juga KESAKITAN dan KEPEDIHAN sebagai tarbiyah, kifarah dan teguran dari ALLAH dengan tujuan membantu kita supaya tersedar, insaf dan bangkit"

Ingat! Kita memohon, bukan memaksa! memohon adalah sikap seorang hamba, manakala memaksa adalah sikap seperti seorang tuan.

Hadis Nabi S.A.W:

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ فَيَقُوْلَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.

“Doa akan dimakbulkan untuk setiap dari kamu selagi kamu tidak tergesa-gesa (minta dimakbulkan) yang mana yang berdoa itu bertanya-tanya, ‘Saya telah berdoa, tapi mengapa masih belum dimakbulkan untukku’.”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

BERSAMBUNG KE LINK

~tiada daya upaya melainkan dengan izin Allah~






OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 3

Didalam cadangan siri perincian pengaplikasian 1, saya telah menyertakan senarai keinginan yang kita impikan. Manakala didalam siri 2, telah dibincangkan cadangan menanam implan imunisasi kekuatan dan kerasionalan didalam pemikiran kita. Seiring dengan itu juga saranan untuk berjumpa Pakar Jiwa bagi mendapatkan rawatan dan perubatan dan ini sangat penting.

Sebelum kita pergi ke langkah yang seterusnya, adalah SANGAT PERLU untuk memahami dengan jelas apakah itu Hukum Daya Tarik / Hukum Tarikan (LOA). Untuk memahami secara ringkas, sila klik disini LINK

.................................................................

Langkah seterusnya ialah Meminta

Meminta kepada siapa?

Meminta kepada Yang Maha Menyembuhkan (Berdoa)

*rujukan sila klik : LINK

KEKUATAN DOA:

Allah S.W.T berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (البقرة: 186)

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku memakbulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (Al-Baqarah: 186).

Dan Allah S.W.T berfirman,

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
(Al-Mukmin: 60).

Diriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dari Ubadah bin ash-Shamit R.A, bahwa Rasulullah S.A.W bersabda,

مَا عَلَى وَجْهِ اْلأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللهَ بِدَعْوَةٍ، إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إِيَّاهَا، أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: إِذًا نُكْثِرُ؟ قَالَ: اللهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang Muslim di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah dengan sebuah doa melainkan Allah pasti memakbulkan permintaannya, atau Allah menyingkirkan keburukan darinya (sebagai gantinya) dengan sebesar permintaannya (dari segi kualiti dan kuantiti), selama dia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau minta untuk memutuskan silaturrahim’. Maka seorang laki-laki dari suatu kaum berkata, ‘Kalau begitu kami akan memperbanyak (doa)’. Nabi menjawab, ‘Allah (memiliki pemberian) lebih banyak (daripada permintaanmu) (Abundance).

Menurut Tsauban r.a sabda Rasulullah s.a.w:
"Tiada suatu pun yang dapat menolak ketentuan Tuhan melainkan DOA.”
(Hadis sahih riwayat Ibn hibban dalam sahihnya. Disepakati kesahihannya oleh al-Zahabi.)


Sebaiknya adalah disarankan melakukan Solat Sunat Taubat, dan diikuti dengan Solat Sunat Hajat.

Di akhir solat sunat hajat mohonlah doa-doa penyembuhan yang boleh didapati dari ustaz2 atau terdapat didalam naskah surah Yaasin, antaranya ialah seperti doa ketika mengubati sakit/sakit kepala:

Doa Bismillah
Dengan nama ALLAH Zat sebaik-baik nama
Dengan nama ALLAH Zat yang memiliki bumi dan langit
Dengan nama ALLAH yang dengan namaNYA memberi berkat serta
mengubati/menyembuhkan penyakit
Dengan nama ALLAH yang dengan kekuasaanNYA dapat
menyembuhkan semua penyakit
Dengan nama ALLAH serta dengan namaNYA itu tidak akan
memberi mudharat segala jenis racun dan penyakit


Setelah itu, mohonlah dari Allah agar diberikan kepada kita apa yang telah ditulis didalam senarai yang telah dibuat seperti:

Ya Allah, Berkanlah kepadaku:

1. Aku sihat zahir dan batin

2. Sihat seperti orang lain yang normal

3. Memiliki kewarasan dan rasional sepertimana manusia normal

4. Aku berkeadaan normal tak kira samada dalam ibadah fekah, berurusan dgn orang-orang lain dan melakukan pekerjaan ku dengan tenang dan aman.

5. Perhubungan ku dgn orang-orang yang mengenaliku berlangsung dalam keadaan yang harmoni dan baik

6.

7.

8.

9.

10.


Ulangi solat hajat ini mengikut sekuatmana anda mampu dan inginkan.


Langkah seterusnya ialah mencipta AFFIRMASI anda yang berkaitan dengan apa yang telah anda minta. Untuk memahami perlaksanaan Affirmasi ini, sila klik disini LINK

Senarai Keinginan anda itu boleh dijadikan sebagai Affirmasi. Mulakan hari anda setelah melalui Langkah Meminta ini dengan membaca Affirmasi setiap hari. Contohnya seperti:


1. InsyaAllah, Aku kini sihat zahir dan batin

2. Aku Sihat seperti orang lain yang normal

3. Aku Memiliki kewarasan dan rasional sepertimana manusia normal


Lekatkan senarai affirmasi ini didepan cermin hias anda, pada desktop komputer anda atau sebagainya yang mana mudah dilihat dan dapat diingati dan dibaca.

Ketika melewati hari-hari dengan Affirmasi ini, anda perlu menerapkan keyakinan bahawa anda telahpun sembuh, walaupun pada hakikatnya, gangguan OCD masih datang, tetapi dengan tabah, anda perlu percaya anda sedang didalam proses penyembuhan. Lakukan langkah penanaman implan sentiasa.

Pada mulanya memang anda akan merasakan bagai menipu diri sendiri, akan tetapi, saya sangat optimis bahawa, InsyaAllah, dalam beberapa waktu, anda akan membaca Affirmasi dengan tersenyum dan mengatakan :

Ianya benar!..its YES!

Anda telah menyerahkan (membuat komitmen) tentang penyakit anda itu kepada doktor pakar, dan anda perlu mengikuti nasihat pakar dengan betul, dan tugas anda kini ialah
melupakan bahawa anda adalah OCD's. Sentiasa fikirkan anda adalah seorang yang normal.

Seorang Mentor Loa pernah mengatakan:

To be a millionaire, you must think, act and made a decision like a millionaire

Oleh itu, saya menterjermahkan kata-kata ini untuk penyembuhan OCD kepada:

Untuk menjadi seorang yang normal (bebas OCD) saya perlu berfikiran / berlakon seolah berfikiran seperti orang normal, juga perlu bertindak dan membuat keputusan seperti seorang manusia normal (yang tiada OCD)

Antara cara yang saya lalui ialah, apabila datang sesuatu gangguan, dan fikiran saya mula lalai dan ingin melayannya, saya akan berkata:

Saya seorang yang normal, seseorang yang normal tidak akan berfikir dengan cara ini, tidak akan membuat perbuatan (mengulang-ulang) ini.

InsyaAllah, anda akan dapat merasai kekuatan untuk tidak menghiraukan gangguan itu, sedikit demi sedikit.

Elakkan dari membaca cerita atau menonton kisah-kisah sedih, berunsur negatif atau yang boleh membuatkan emosi anda terusik. Elakkan dari ikut berbincang tentang topik-topik negatif dan sebagainya.

Hiburkan diri, senyumlah dan sentiasa mengucapkan kesyukuran pada Allah kerana kesembuhan anda, walaupun anda belum terasa penyembuhan sepenuhnya. Amalkan zikir-zikir, dapatkan cara perlaksanaan yang betul dari penerangan orang yang ariff tentang cara berzikir.

Al-Qur'an diturunkan kepada manusia sebagai ubat, Sila klik disini LINK

Rakan saya, saudara Is-Haq menerangkan:

"Ayat-ayat Al-Qur'an yang bersifat mukjizat, dan frekuensinya juga adalah frekuensi mukjizat. Kerana itulah ayat Qur'an mampu menewaskan hatta sihir dan 'ain yang paling kuat sekalipun.

Cuma ayat-ayat Al-Quran itu jumlahnya agak besar..dan untuk memperolehi tujuan yang tertentu, memerlukan kombinasi frekuensi tenaga yang tertentu juga. Contohnya, untuk melindungi diri dan hartabenda daripada gangguan Syaitan (samada jin mahupun manusia), Ayat Kursi lebih sesuai digunakan..manakala untuk merawat masalah jantung dan paru-paru, gabungan surah Al-Fatihah dengan lima ayat pertama surah Al-Baqarah, didapati lebih berkesan.

Ada berbagai cara (kaifiyat) untuk memanfaatkan Al-Qur'an, mendapatkan fadhilatnya di dunia disamping memperoleh pahala untuk 'perbelanjaan' di akhirat. Ada yang memadai sekadar dibaca beserta pemahaman..ada yang perlu dipindahkan frekuensinya ke dalam air dan kemudiannya diminum..membolehkan sel-sel di dalam tubuh kita bertindakbalas terhadap frekuensi mukjizat yang diperlukan... dan ada juga yang perlu diamalkan perintah yang terdapat di dalamnya, apabila ayat itu mengandungi perintah Allah. Contohnya, untuk membuka pintu rezeki, kita boleh membaca ayat 9 hingga 11 surah Al-Jumu'ah...dan perintah yang terdapat di dalam ayat tersebut perlu dipatuhi (perintah meninggalkan urusan keduniaan ketika mendengar seruan azan).

Kesimpulannya, bagi segala macam masalah yang dihadapi oleh manusia sepanjang zaman, semuanya boleh diselesaikan dengan menggunakan Al-Qur'an. Cuma masih banyak yang perlu dikaji dan digali"


Gabungan Doa Nabi Yunus + Surah Annas + Ayatul Kursy adalah antara gabungan frekuensi yang paling sesuai untuk diamalkan oleh OCD's. Selalunya, saya akan membacanya doa Nabi Yunus 7 kali, Surah Annas 3 kali dan Ayatul Kursy dengan mengulangi ayat terakhir ayatul kursy sebanyak 7 kali setiap kali sebelum melakukan solat, atau setiap kali ingin melakukan apa-apa urusan yang dikhuatiri akan mendatangkan gangguan.

Doa Nabi Yunus:


"Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri". (Al-Anbiyaa' : 87)


Sejenak tentang Ayatul Kursy:

Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya, khawasul Quran; Bahawa lbnu Qutaibah meriwayatkan suatu peristiwa yang terjadi di negeri Basrah.

Seorang pedagang bernama Ka'ab telah pergi ke negeri Basrah dengan membawa barang dagangannya, untuk dijual di Basrah. Setelah Ka'ab sampal di sana. Ia mencari tempat penginapan, tetapi semuanya telah dipenuhi oleh pedagang-pedagang yang telah datang lebih awal. kemudian Ka'ab melihat ada sebuah rumah kosong, dindingnya terdapat banyak sarang labah-labah.
Kelihatannya rumah itu telah lama tidak didiami orang, Ka'ab bertemu dengan tuan rumah tersebut, Ia ingin menyewa tempat itu selama lebih kurang satu minggu.
Kata tuan punya rumah tersebut;

'Rumah ini aneh sekali, selalu menjadi buah bicara masyarakat ramai. Menurut kata orang, rumah ini didiami oleh jin ifrit, banyak orang yang menerima masalah kerananya".

Ka'ab berkata; "Meskipun demikian kerana tempat lain tidak ada, saya sedia tinggal di sini asal saja tuan mengizinkan".

"Baiklah, saya tidak keberatan dan saya tidak memungut sewa apa-apa"", kata empunya rumah,

Ka'ab tinggal di rumah itu mulai petang hari dan tidak merasa takut tetapi setelah setengah malam Ka'ab nampak bayang hitam dengan dua buah mata menyala-nyala seperti api, mendekati Ka'ab.

Maka Ka'ab bangun membaca; AIIaahuIa iIaa ha llIaa huwal hayyul qayyuuum"

Tetapi bayang-bayang itu hanya mengikuti apa-apa yang dibaca oleh Ka'ab, sehingga hampir pada akhir ayat. Tetapi setelah Ka'ab membaca akhir ayat berbunyi;

Walaaya udhuhffzuhumaa wa huaIallyyuIadzim,

tidak terdengar lagi suara yang mengikutinya, Ka'ab hairan dan ulanginya lagi

Walaa ya uudhu hifzuhuma wa huwal aliyyul adzhim", tetapi tidak terdengar lagi suara yang mengikutinya, maka dibacanyalah berulang kali dan bayangan hitam itu pun hilanglah dan pandangan Ka'ab. Dan Ka'ab terbau sesuatu bau seperti ada sesuatu yang terbakar. Kemudian Ka~ab tidur di tempat itu dengan tidak mendapat apa-apa gangguan. Di pagi hari Ka'ab melihat pada salah satu sudut rumah itu terapat bekas-bekas seperti ada sesuatu yang telah terbakar dan nampak ada abunya.

Di saat itu Ka'ab mendengar suatu suara berkata; "Hal Ka'ab, engkau telah membakar jin Ifrit yang ganas", Ka’ab hairan dan berkata; "Dengan apa aku membakarnya?"

Jawab suara itu;

Dengan Firman Tuhan "Walaa ya uuduhu hifzuhumaa wahu wal aliyyul adzhim"



........................................................................

Kita adalah hamba ciptaan Allah, kita wajib mengimani bahawa Allah SWT Yang Maha Menguasai hati kita, Dia lah yang menggenggam roh, jiwa dan jasad kita.

Doa dibawah ini adalah doa yang dianjurkan untuk kita agar tetap teguh dan istiqamah diatas agama yang benar.

يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik'

Ertinya:
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
[HR.Tirmidzi)


يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك
'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Ta'atik'

Ertinya:
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadaMu”
[HR. Muslim)


اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
'Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Tho'atika'

Ertinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadaMu.” (HR. Muslim)


رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
'Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab'

Ertinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (kurnia).”
(QS. Ali Imran: 7)



BERSAMBUNG KE LINK

~tiada daya upaya melainkan dengan izin Allah~


p/s: Insya'Allah, akan kucurahkan segala pengalaman dan pengetahuan yang ada walaupun hanya sedikit, semoga ianya dapat menjadi salah satu ikhtiar bagi penghidap OCD. Aku faham betapa beratnya penderitaan anda. Sudah pastinya bagi mereka yang tidak mengalaminya, tidak akan dapat memahami atau menghayati apakah yang anda lalui, kerana mereka tidak melaluinya dan tidak akan dapat merasai kesukarannya, kerana pada mereka, apa yang kita rasai ini adalah tidak masuk akal atau terlalu mudah untuk mereka hindari. Malah ada yang mentertawakan, membuat tuduhan bahawa kita terlalu mengikutkan perasaan, malah ada yang membuat andaian sendiri bahawa kita sengaja 'membuat-buat' perkara ini. Oleh itu, sebenarnya adalah TIDAK digalakkan untuk mengadukan masalah OCD ini kepada sesiapa sahaja melainkan orang-orang yang anda percayai, rapat atau yang berkelayakan seperti kaunselor, doktor pakar atau ustaz.

Selasa, 9 Ogos 2011

The School Of Trustworthy



Syukur Alhamdulillah kerana diberikan rezeki untuk berkesempatan solat tarawikh dan tazkirah bersama Ustaz Dr. Badrul Amin semalam.

Memetik kata-kata beliau dalam tazkirahnya : During Ramadhan, we are entering The School Of Trustworthy, masuk universiti yang menawarkan kursus amanah.

Betapakan tidak, dibulan Ramadhan ini, telah difardhukan keatas orang Islam supaya berpuasa, iaitu menahan lapar dan dahaga, syahwat dan lain-lain yang boleh membatalkan puasa.

Maka bagi mereka yang benar-benar berpuasa, maka sebenarnya sedang memperkuatkan sifat amanah didalam diri masing-masing. Puasa itu adalah amanah. Contoh yang paling mudah untuk dimengertikan ialah tentang bab menahan diri dari makan dan minum.

Disebabkan merasakan diri kita sedang memikul amanah yang Allah berikan, maka seseorang yang sedang berpuasa itu tidak akan sekalipun makan atau minum, walaupun dia boleh makan dan minum jika dia bersendirian dirumah, didalam kereta, didalam tandas atau sebagainya. Akan tetapi, kerana kesedaran bahawa makan dan minum disiang hari itu adalah SATU LARANGAN, maka bagi mereka yang benar-benar berpuasa tidak akan sekali-kali berani untuk melanggarnya.

Lihat sahaja ketika masuk waktu berbuka, adakah sesiapa yang berani atau sampai hati untuk makan walau SATU MINIT lebih awal dari waktu berbuka yang telah ditetapkan?

Kekuatan untuk menahan diri dari melakukan perkara yang membatalkan puasa ini, sebenarnya merupakan asas dari sikap amanah yang perlu ada dalam jiwa setiap insan.

Amanah adalah satu sikap yang sangat penting dan perlu bagi memastikan keadaan seseorang individu, masyarakat ataupun negara itu berada dalam barakah Allah dan seterusnya mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Dengan memiliki amanah, tidak akan ada rasuah, korupsi, kronisme, pilihanraya tidak telus, dan lain-lain perkara yang membawa kepada kerosakan ummah dan negara.

Maka kerana itulah, amanah ini sangat-sangat ditekankan didalam jiwa umat islam melalui latihan selama sebulan setiap tahun melalui ibadah puasa. Ianya adalah umpama sebuah 'Madrasah Amanah'. Dari serendah peringkat iaitu menahan lapar dan dahaga, sehingga keperingkat yang seterusnya, seperti menahan nafsu syahwat, lintasan hati seperti mengumpat, memberi dan menerima rasuah, dan segalanya yang mendatangkan dosa.

Selain dari itu, melakukan amalan-amalan kerohanian dan ibadah lain yang biasanya jarang, kurang atau tidak dilakukan diluar bulan Ramadhan seperti solat sunat tarawih, bertadarus, memperbanyakkan istighfar, zikir, membayar zakat, memberi sedekah, memberi makan berbuka atau sahur kepada fakir miskin dan lain-lain lagi.

Semuanya ini berteraskan dari asas yang terutama iaitu 'amanah'.


Ingatan buat diri sendiri dan untuk direnungkan oleh rakan-rakan semua, wallahuaklam


p/s: dah macam politician la pulak entry ni..


Terbit untuk Portal Islam Murabbi pada 26 Aug 2011 LINK

OCD - Cadangan Perincian Pengaplikasian 2

Gangguan OCD adalah seolah-olah ada sesuatu 'kehadiran pemikiran asing' yg sering mempengaruhi atau mendatangi kita dalam apa jua yang kita fikirkan. atau dlm istilah psikiatrik, ia dipanggil 'alien ego'.

Dari sudut psikiatrik dan klinikal,

Sebenarnya apa yg mengganggu dan mempengaruhi kita ini adalah satu perasaan 'kerisauan yg terlalu kompleks, amat sensitif dan terlalu peka' tentang keselamatan diri kita. Dalam erti kata lain, kita diganggu oleh pemikiran kira sendiri sebenarnya.

Mengapa orang lain tidak terganggu seperti ini?

Apa yang dapat saya simpulkan dari kajian dan penelitian saya, penghidap OCD dilahirkan dengan struktur saraf (nerve) yang agak berbeza dari org lain. Saraf impuls yg membawa maklumat ke otak agak sempit, dan juga kekurangan cecair serotonim (cecair yg berfungsi sebagai pembawa maklumat ke otak)

Akibatnya, maklumat-maklumat dari saraf deria dll akan sampai ke otak dgn cara tersekat-sekat, tidak menyeluruh seperti manusia normal lain. Ini yg membuatkan berlakunya pengulangan-pengulangan sesuatu idea, atau pemikiran.

Kadangkala, sesuatu yg telah berlaku dan merisaukan kita, telah pun kita fikirkan dengan terperinci untuk membuatkan ia nampak 'settle' atau selesai, tetapi dalam 5 minit kemudian, ia muncul semula seolah-olah ianya belum selesai. Betul tak?

Cth:

Dah kunci pintu, tetiba rasa was-was samada dah kunci ke belum, kita pun pergi pastikan dan benar2 dah kunci, tapi maklumat yg otak kita scan itu tidak dapat di register sepenuhnya pada otak, (akibat dari sistem nerve/saraf yg tidak sempurna tadi), maka kerana itu, beberapa ketika kemudian ia muncul semula dan kita menjadi risau, dan terganggu, akibat perkara ini, kita pergi periksa semula kunci itu, dan kemudian bila memikirkan perkara ini tidak wajar sebagai seorang manusia, kita rasa tambah risau kerana merasakan ada sesuatu yang tidak kena pada diri kita, dan ini membuat kita menjadi rendah diri, rasa diri teruk, maka konflik diri kita makin bertambah. Setuju?..

Ini baru bab kunci, bagaimana kita nak hadapi berpuluh transaksi dalam sehari?..wuduk, kebersihan pakaian, makanan, transaksi kerja, dll, maka akhirnya kita lemas, letih dan penat kerana asik mengambil masa untuk memberitahu diri kita / menyedapkan hati kita/ menyelesaikan kerisauan kita, dengan idea-idea yg pelbagai dan ketika sedang memikirkan penyelesaian ini, datang lagi bermacam2 pemikiran muncul mengganggu, ada yang tak tahan, maka rasa ingin mati sahaja, dan mula berfikiran negatif dll, seperti memikirkan bahawa 'kena buatan orang, sihir, ada jin duduk dalam tubuh, saka dll.

Dari segi kerohanian,

Dalam surah Annas, Allah telah berfirman bahawa, memang terdapat gangguan berbentuk bisikan yg dipanggil 'khannas'..gangguan ini datang dari 2 sumber.

1. Jin (syaitan)

2. Manusia (Minal jinnati wannas).

1. Syaitan menghembuskan bisikan utk cuba mempengaruhi manusia supaya tidak yakin dgn apa yg dilakukan, semua org diganggu dgn cara yg sama. Bezanya, manusia normal sukar ditembusi bisikan ini kerana sistem saraf mereka yang sihat atau normal, berbeza dgn penghidap OCD, terlalu mudah tembus apabila dibisikkan oleh syaitan khannas ini.

2. Manusia sekeliling kita (jenis manusia negatif) yang suka memperkatakan perkara2 negatif yg mampu mempengaruhi orang lain supaya melakukan kejahatan dan kemungkaran. Ini juga mendatangkan gangguan yang agak hebat kepada penghidap OCD.

Cuba hayati maksud surah Annas keseluruhannya dan amalkan membacanya dengan penuh penghayatan sentiasa kerana ini sebenarnya adalah satu doa yang diajarkan oleh Allah SWT sendiri kepada manusia umumnya, pesakit OCD khasnya bagi mengelakkan dari terganggu.

Kedua-dua sebab yang disebutkan tadi ini adalah berkait rapat, iaitu sistem saraf yg tidak normal, dan dimasa yang sama, gangguan syaitan yg terus menerus . Syaitan memang telah berjanji tidak akan berhenti memberi gangguan pada semua anak adam, hingga ke hari kiamat, dan kepada penghidap OCD, mereka amat tahu bahawa kelemahan OCD's adalah dari segi sistem saraf yang tidak normal yg menyebabkan gangguan mereka amat mudak meresap masuk, maka kerana itu, mereka banyak memberikan idea2 dan gangguan dari susut ini.

Saya ingin memetik firman Allah:

''Iblis menjawab: ''Karena Engkau telah menghukum saya tersesat , saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka , dari kanan dan dari kiri mereka.'' Dan Engkau tidak akan mendapatkan kebanyakan mereka bersyukur (taat).''
(QS. Al-A'raf : 16-17)

Hadis Rasulullah s.a.w yang telah diriwayatkan oleh Sayidah Syafiyyah binti Huyay , bahawa Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya :

" Sesungguhnya Syaitan ( Jin ) itu berjalan dalam tubuh anak Adam sebagaimana darah yang mengalir dalam tubuhnya ".

Dari Hadis di atas jelaslah bahawa Jin dapat masuk kedalam tubuh badan manusia dan terus sampai ke urat nadi dan darah manusia. Jin dapat berjalan dalam tubuh manusia seperti arus eletrik mengalir dalam kabel penyalurnya. Jin juga dapat menguasai manusia sehingga ia dapat menimbulkan perkelahian sesama manusia, manusia kehilangan ingatan, hilang daya kemahuan dan kesedaran dan lain-lain lagi.

Maka, kesannya kepada OCD's yang mana tahap imbangan sistem saraf yang tidak normal menyebabkan gangguan terasa amat TERKESAN, tidak seperti orang normal, yang mana masih jua merasakan ada gangguan, tetapi dengan mudah dapat di'ignore', dengan keimanan, kerasionalan pemikiran mereka.

"Nabi SAW didalam hadisnya pernah bersabda bahawa hanya penyakit tua dan mati sahaja yang tiada ubat atau penyembuh baginya. Terdapat banyak hadis-hadis yang menyatakan dan menggambarkan tuntutan mencari ubat dan kesembuhan. Nikmat kesihatan itu amat besar dan haruslah kita menjaganya dengan sebaik mungkin. Allah (swt) lebih menyukai orang beriman dan bertaqwa yang sihat. Hadis juga menganjurkan agar merebut kesihatan sebelum datangnya sakit."

Oleh itu, sebenarnya, apa yang amat penting bagi kita ialah

1. Memahami dengan benar apakah yang berlaku pada diri kita, dari segi klinikal dan sudut ugama, maka dengan cara ini, pada hemat saya, ia akan meringankan sedikit rasa keterukan setiap kali mendapat gangguan kerana kita kini faham bahawa bagaimana kita boleh merasa demikian teruk.

Cth: rasa was-was dengan wudhu,

Bila kita telah faham apa yg berlaku, kita boleh katakan pada diri kita, sebenarnya aku telah pun sempurna mengambil wudhu, akan tetapi kerana keadaan sistem sarafku yg tidak normal ini, maka bisikan syaitan ini membuatkan aku merasakan terpengaruh dengan kuat bahawa wudhu ku belum sempurna, maka:

disisi Allah, wudhu'ku ini sah, dan aku melakukan ibadah ini adalah kerana Allah, bukan kerana sesiapa lain, maka jika sudah sah disisi Allah, mengapa aku perlu mengulangi lagi mengambil wudhu?..apakah aku ingin membuatkan wudhu'ku sah disisi syaitan? aku bukan menyembah syaitan.

Setelah itu, kuatkan semangat untuk terus solat tanpa ulang ambil wudhu, dan solatlah walau pun penuh dgn gangguan dan rasa seksa sebab tak ikutkan kebiasaan lama (mengulangi perbuatan utk memuaskan hati-sebenarnya nak puaskan hati syaitan yg ingin tertawakan kita). Biar solat tak khuyuk langsung, apa yang penting ialah dari segi syara' solat itu sah.

Tindakan ini sebenarnya akan mula menimbulkan satu imunisasi asas yg awal dalam usaha kita menyembuhkan diri. Begitu juga dalam kes2 lain seperti kerap basuh tangan, dan lain2, Ulangi perkataan diatas atau ubah seperti ini:

Disisi Allah, tanganku sudah bersih, aku membasuh tangan supaya bersih mengikut syara' yg disyariatkan Allah, yg masih rasa tak bersih ni ialah kerana maklumat keseluruhan tentang basuhan tangan tadi tidak sampai sempurna pada otakku, akibat saraf yg tak normal, dan syaitan tahu aku lemah dalam hal ini, maka dia nak aku membazirkan air, kerana sesiapa yg membazir itu adalah saudaranya syaitan.



Selepas itu tinggalkan sinki, dan buat sahaja perkara lain, memang ingatan dan ajakan supaya basuh tangan itu akan berulang selepas itu, dan rasa macam tak terlayan, teruskan mengulangi perkataan tadi, insyaAllah, dalam 10 ajakan selepas itu, ia akan berhenti atau berkurangan. Dan makin lama, kita akan dapat rasakan ajakan itu makin lemah dari hari kehari.


Ini adalah latihan menanam implan imunisasi dalam diri kita, dan PERLU amanah dan
kuatkan semangat untuk melakukannya, dengan azam, aku akan sembuh dan pulih normal seperti orang lain.


2. Berjumpa pakar jiwa. Saya tidak menafikan bahawa pengambilan ubat-ubatan pada pesakit OCD amat PERLU kerana ia menjadi booster yang sangat membantu dalam mempercepatkan proses menanam implan dalam proses menyembuhkan diri.

Cuma kena bersabar dengan pihak hospital, kerana prosesnya lambat dan tak mesra pelanggan.

Pergi kemana-mana unit kesihatan kerajaan, daftar sebagai pesakit luar, bayar RM1, kemudian akan dipanggil bertemu Medical Officer atau GP (General Practisioner). Bila bertemu mereka, terus terang kepada mereka apa yang dialami, nyatakan anda mempunyai simptom OCD. Mereka akan membuat satu surat rujukan pada pakar dan akan diberi tarikh temujanji pada hari lain, mungkin dalam masa 2 minggu. (ini yg biasa dialami sedangkan kita sebolehnya inginkan hari itu juga, tetapi ini adalah mustahil diMalaysia)

Doktor GP atau MO tidak akan memberi anda ubat kerana ubat-ubatan OCD hanya boleh diberikan melalui preskripsi seorang pakar jiwa sahaja. Oleh itu, tunggulah dengan sabar pada hari temujanji yg ditetapkan, Jangan rasa rendah diri bila anda berada ditempat temujanji kerana anda akan dapati pelbagai ragam manusia sakit jiwa yang sedang menunggu temijanji, ada yang terlalu murung, ada yang terlalu ceria, ada yang serious, dan elakkan dari bercakap dgn sesiapa pun atau berbincang dgn pesakit2 ini ketika sedang menunggu nama anda dipanggil kerana kita tidak tahu apakah jenis gangguan mereka, maka risiko akan ditengking dengan tiba-tiba mungkin boleh berlaku. (hehe)

Dan bila telah berpeluang bertemu pakar, luahkan segala apa yang dipendam selama ini, jika anda ingin menangis pada hari itu, lakukan, anda akan merasakan kelegaannya. Kemudian, makan ubat yang telah dipreskripsikan mengikut dos dan waktu yang tepat.

BERSAMBUNG KE LINK

*implan (implant)

= im·plant (m-plnt)
v. im·plant·ed, im·plant·ing, im·plants
v.tr.
1. To set in firmly, as into the ground: implant fence posts.
2. To establish securely, as in the mind or consciousness; instill: habits that had been implanted early in childhood.
3. Medicine
a. To insert or embed (an object or a device) surgically: implant a drug capsule; implant a pacemaker.
b. To graft or insert (a tissue) within the body.
v.intr. Embryology
To become attached to and embedded in the uterine lining. Used of a fertilized egg.
n. (mplnt)
Something implanted, especially a surgically implanted tissue or device: a dental implant; a subcutaneous implant.



Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]