Rabu, 11 Januari 2017

BUAT PENENANG JIWA

Assalamualaikum

BUAT PENENANG JIWA :

“Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat“. (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan solat. Agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

1. “Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita penderitaan atau apa jua masalah yg kita hadapi sangat menyiksakan dan berat. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahawa sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

2. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)

Agar Allah menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dan sebagainya mengikut kemampuan diri masing-masing. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

3. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

4. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu – ragu dengan janji Allah?

Saya berdoa semoga kita semua diletakkan didalam jalan yg lurus, jalan yang benar, iaitu jalan orang-orang yg diberikan oleh Allah akan kurniaan nikmat, dan BUKAN jalan orang-orang yg dimurkaiNYA, dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
Aamiin Ya Allah.

Khamis, 5 Januari 2017

Menangani Kemurungan (Depression)



Banyak artikel2 tentang kemurungan dari penulisan barat, tentang betapa teruknya dan peritnya kemurungan, dan pelbagai luahan serta tunjuk ajar tentang apa yg boleh dan apa yg tak sepatutnya dilakukan kepada penderita kemurungan. Bolehlah kita ambil mana-mana maklumat yang berguna dan boleh dijadikan panduan untuk merawat diri. TETAPI perlu diingat, mereka BUKAN MUSLIM, mereka tiada pengetahuan konsep qada' dan qadar, mereka tiada pegangan keimanan terhadap Allah SWT, mereka tiada pengetahuan dan kepercayaan pada hari akhirat,

DAN mereka tak pernah tahu atau tak percaya pada Surah Al-Insyirah, :" Sesungguhnya pada tiap2 kesulitan itu ada jalan keluar "

dan mereka tidak tahu dan tidak ada kepercayaan pada ayat Allah dalam surah at-talaq:

"Barang siapa yg bertakwa nescaya Allah akan memberikan dia jalan keluar (dari apa yg menyusahkan dirinya), dan memberikan rezeki (rezki keluar dari masalah/penderitaan) dari arah yg tak disangka-sangka , dan barangsiapa yg berserah diri kepada Allah, nescaya Allah akan cukupkan keperluannya"

dan mereka tidak pun beriman dgn Nabi Muhammad SAW dan hadis baginda:

"Setiap penyakit itu ada ubatnya, apabila menepati ubatnya, maka sembuhlah dengan izin Allah" (HR Bukhari)

Janganlah terikut-ikut sangat dengan pandangan dari barat tentang kemurungan, seolah-olah kemurungan itu sesuatu yg boleh dijadikan alasan untuk memusuhi orang dan tak perlu rasa bersalah, menjadi alasan supaya tak solat dan meninggalkan amal ibadah yg lain. Kita orang Islam yg beriman kpd Allah, RasulNya dan Hari Akhirat, bukan sama seperti mereka.

Sepatutnya, KITA UMAT ISLAM menjadi contoh yg baik dalam menangani kemurungan supaya dijadikan tauladan untuk mereka yg bukan islam, BUKANNYA kita yg terikut-ikut cara mereka menghadapi masalah!

Nabi SAW bersabda: "Tidaklah seseorang muslim itu ditimpa kelelahan, atau penyakit, atau keresahan,atau kesedihan atau gangguan, bahkan jika duri mencucuk kulitnya, MELAINKAN Allah akan menghapuskan dosa-dosa dan kesalahannya akibat MERASAI kesakitan itu" (HR Bukhari)

Mereka itu masyarakat barat yg bukan Islam tak akan dapat nak memahami idea untuk redha dan bersyukur dgn sakit ini, dan seterusnya bersabar, kerana TIADA KONSEP DOSA DAN PAHALA PADA MEREKA. apatah lagi nak MENDAPATKAN KETENANGAN DGN MENGHAYATI BAHAWA KESAKITAN ITU MENGHAPUSKAN DOSA"

Kita yg sebagai muslim yg beriman kepada hari akhirat takkanlah nak ikut terus hanyut dalam kemurungan dgn meniru alasan-alasan yg masyarakat barat tuliskan, nak terus hidup bermalas-malasan dan menanguhkan kerja2 yg wajib dan perlu kerana terikut-ikur cara orang barat menghadapi kemurungan berdasarkan tulisan2 mereka. Hadis diatas inshaa Allah sudah cukup untuk berikan ketenangan dan semangat untuk bangkit dan pulih.

Wallahuaklam

Ahad, 1 Januari 2017

Selamat Tahun Baru Masihi 2017

Assalamualaikum

Kepada semua yang mengunjungi blog ini dan juga yang masih tetap setia dan sudi menyokong blog ini, pihak admin mengucapkan "Selamat Menyambut Tahun Baru Masihi 2017"

Semuga di tahun yang baru ini, menjanjikan perkara=perkara yang baik, positif serta membahagiakan diri kita semua, inshaa Allah, aamiin Ya Allah
Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]