Rabu, 24 Disember 2014

Suffer The Pain Of Discipline Or Suffer The Pain Of Regret


Antara perkara penting yang perlu aku tanya pada diri aku sendiri adalah nak rasa sakit sekarang atau sakit kemudian. Apa yang dimaksudkan dengan sakit sekarang? Dan apa yang dimaksudkan dengan sakit kemudian?

Melalui penderitaan akibat disiplin adalah sakit sekarang dan penyesalan adalah sakit kemudian. Sudah tentulah sakit berdisiplin adalah lebih baik dari sakit menyesal. Sebab apa?

Derita akan penyesalan memakan diri kita secara mental dan spritual. Kita akan hilang kekuatan dalaman serta jati diri sekiranya kita banyak menderita penyesalan.

Contohnya kita sudah merancang malam ini aku akan buka buku dan study. Tetapi pada waktu itu ditakdirkan Allah swt, perasaan malas menjalar di seluruh pelusuk tubuh. Waktu itu kita berperang dengan nafsu sendiri.

Kita tahu sekiranya kita tidak study dan melayani perasaan malas, kemungkinan besar kita akan gagal dalam peperiksaan. Dan gagal itulah yang akan mendorong kita kepada derita penyesalan.

Tetapi sekiranya kita study jugak, kita akan menderita akibat melawan perasaan malas dan hawa nafsu. Itulah yang dikatakan sakit berdisiplin. Disiplin dengan perancangan study yang kita telah lakarkan sebelum itu.

So, mana yang lebih baik?

Sudah tentulah sakit disiplin itu lebih baik dari sakit menyesal. Sebab apa?

Sebab sakit disiplin itu adalah sakit yang membina. Sakit yang mengajar erti ketabahan, kesabaran dan kecekalan. Ramai tokoh-tokoh yang hebat-hebat telah melalui jalan disiplin ini.

Changing your lifestyle maybe uncomfortable at times, but remember the end result: a happier and healthier :)

Jadi pergilah..pergilah keluar dan rasailah sakit..sekarang..sebelum engkau merasai sakit kemudian..


COPYPASTE DARI: MINDA HUSNUZZON

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]