Selasa, 4 November 2014

Bila Diri Tertimpa Musibah



Musibah selalu di identitikan sebagai kesusahan. Padahal, kesenangan yang dirasakan nya pada hakikatnya musibah juga. Dengan musibah, Allah hendak menguji sesiapa yang baik amalnya.

Kami membuatkan segala yang di bumi untuk perhiasan baginya, dan supaya Kami menguji siapa antara mereka yang paling baik dalam amalan.
(Al-Kahfi: 7)

Berdoalah kepada Allah apabila ditimpa sesuatu keadaan yang dirasakan amat sukar dihadapi dan difahami. Paling penting ialah JANGAN SESEKALI BERSANGKA BURUK KEPADA TAKDIR ALLAH sepertimana Hadis Nabi SAW:

Rasulullah SAW bersabda, yang ertinya:

“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu mati, kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.” (HR: Muslim).


Slain dari itu, musibah juga akan menghapuskan dosa-dosa lalu seperti diterangkan pula dalam sebuah hadis, Abu Hurairah ra berkata, bahwa Nabi S.A.W bersabda,

“Tiada apapun yang menimpa seorang Mukmin berupa bencana dan menderita kesusahan, kecuali semua itu menjadi sebab untuk menghilangkan dosa dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim).



Firman Allah:

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.."
(Surah Al-Hadid: 22-23)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]