Isnin, 3 Mac 2014

Hukum Ruang Kosong (Law of Vacuum) 0101

Assalamualaikum,

"Tidak ada" itu sememangnya wujud! ini adalah kerana "tidak ada" itu diciptakan untuk menempatkan segala sesuatu yang "Ada" Mungkin kita pernah lihat formula ini: 0101 1010

Apa benda yang aku tulis ni? Boleh faham ke ni?

Untuk memahaminya, cuba lihat dan amati betul-betul tulisan posting ini. Tanpa latar belakang putihnya / hijaunya, adakah anda rasa anda boleh nampak tulisan di dalam posting ini? Inilah yang selalu berlaku di dalam fikiran kita. Seringkali kita merasakan bahawa tulisan-tulisan atau teks-teks penulisan ini sebagai penting manakala latar belakang putih/hijaunya tempat tulisan-tulisan ini duduk sebagai tidak penting walhal tulisan-tulisan atau teks-teks ini tidak boleh “ada” tanpa latar belakang putihnya yang bersifat “tidak ada”.

Sengaja saya mengajak anda memikirkan konsep ini bagi memahami sebuah lagi hukum yang amat berkait rapat dengan Hukum Daya Tarik iaitu Hukum Ruang Kosong Saya pernah menulis serba sedikit tentang hukum ini dalam artikel Aliran Tunai seketika dulu. Hari ini saya ingin berkongsi sebuah artikel yang menyentuh tentang hukum ini dengan lebih luas lagi:

Hukum Ruang Kosong (Law of Vacuum)




Oleh: Nur Baiti Hikaru

Hukum lain yang terdapat di alam semesta adalah hukum ruang kosong atau the law of vacuum. Hukum ini mengatakan bahwa tenaga/energi akan mengisi ruang yang kosong. Sesuatu yang kosong, pasti akan diisi.

Semua benda pada hakikatnya adalah energi, termasuk rezeki dalam bentuk wang. Jika kita mengeluarkan sebahagian wang kita, maka itu bererti kita telah memberi ruang kosong untuk diisi kembali oleh Allah. Semakin banyak yang kita keluarkan, semakin besar ruang yang menanti untuk diisi. Inilah penjelasan ’ilmiah’ tentang janji Allah bahwa Allah akan mengganti orang-orang yang berinfak dengan balasan berlipat ganda.


Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di Jalan Allah), maka Allah akan Melipatgandakan Pembayaran kepadanya dengan Lipat Ganda yang banyak. Dan Allah Menyempitkan dan Melapangkan (Rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS Albaqarah :245)

Kita tentu tahu bahwa Allah Maha Kaya dan tidak memerlukan apa-pun dari makhlukNya. Namun mengapa ayat tadi menyebutkan bahwa Allah meminjam kepada manusia? Seolah-olah Allah ”merendahkan” diri-Nya dan memerlukan bantuan manusia?

Ini adalah bentuk psikologi, Maha Besar Allah yang mengetahui ’keterujaan’ manusia terhadap harta. Jika Allah ”meminjam”, maka Dia pasti akan mengembalikan. Dan Allah tidak pernah mengingkari janji.

Jual beli terbaik adalah jual beli kepada Allah.

Wahai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari Rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS 2 : 254)


Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS 99 : 7-8)


Doa pada dasarnya adalah energi yang sangat besar. Energi ini akan mempengaruhi alam mikrokosmos dan makrokosmos. Dengan berdoa, hati menjadi tenang. Energi negatif menjadi hilang. Dengan hilangnya energi negatif, maka sesuai hukum ruang kosong, energi positif berupa rasa tenanglah yang akan hadir ke dalam hati. Energi ini membuat otak dalam keadaan alfa, membuat ’connection’ secara langsung dengan alam semesta, dan sesuai dengan hukum daya tarik, maka akan menarik hal yang positif, dengan otomatik, matrixnya pun berubah sehingga tidak hairanlah pertolongan Allah tiba-tiba datang pada orang-orang yang bertawakal pada-Nya.


…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan Memberinya Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan Mencukupkan (Keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan Urusan (yang Dikehendaki)-Nya… (QS 65 : 2 dan 3)

Ini juga menjelaskan alasan anjuran untuk qiyamul lail/solat malam. Karena doa yang dipanjatkan dikala malam memiliki tingkat energi yang lebih besar. Sehingga hukum daya tarik bekerja lebih ”cepat” untuk mengubah matrix .

Para ahli menemukan fakta bahwa pada malam hari energi langit dan bumi berada pada frekuensi yang sama, yaitu pada kitaran gelombang alfa-teta. Hal ini menyebabkan seolah-olah terjadi connection energi. Al-quran sendiri telah lebih dulu mengisyaratkannya :


Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khuyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS 73 : 6)


Begitu pula yang terjadi pada orang yang sedang mengerjakan haji atau umrah di tanah suci. Foto satelit menampakkan ”aura cahaya” masjidil Haram yang diambil dari luar angkasa. Pusaran energi orang-orang yang beribadah selama ribuan tahun tanpa henti membuat pusaran energi yanag luar biasa. Orang yang mengerjakan haji atau umrah pun berada dalam kondisi alfa, sehingga matrix lebih mudah dibaca. Tidak hairanlah jika kita sering mendengar cerita-cerita ’ajaib’ berupa balasan, teguran, petunjuk, atau doa apa pun yang ”spontan” dijawab oleh Allah meskipun hanya berupa lintasan sekilas dalam hati.

KREDIT TO: NUR BAITI HIKARU

Biodata penulis: Nur Baiti Hikaru adalah seorang penulis, financial advisor dan trainer yang giat dan aktif. Sila klik LINK untuk membaca hasil-hasil hebat penulisan beliau.


Kesimpulannya:

Dari kajian ini apa yang kita dapat fahamkan disini, mengikut pandangan dari sudut Hukum Daya Tarik ialah (antaranya):

1. Jika wallet / beg duit anda sekarang ini kosong, bererti ia mempunyai peluang besar untuk dipenuhi dengan wang. Oleh itu jangan merungut bila anda kesulitan kewangan.

2. Jika anda tiada kenderaan, anda mempunyai peluang untuk memiliki kenderaan, oleh itu jangan membandingkan diri dan nasib anda dengan orang lain yang memiliki kenderaan. Berbangga dan bersyukur dengan kejayaan orang lain, lakukan usaha dan optimis bahawa anda juga LAYAK menjadi seperti mereka yang berjaya itu.

3. Jika anda bersendirian, masih belum bertemu jodoh, ini bermakna anda juga sedang memiliki peluang untuk bertemu jodoh anda, jangan mengeluh pada takdir dan berkeluh kesah dan menganggap diri anda malang dan seolah-olah 'dianaktirikan' oleh Tuhan sedangkan rakan-rakan anda semuanya telah memiliki jodoh masing-masing dan ada yang telah memiliki zuriat, sedangkan anda tidak. Maksud firman Allah: "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (Yasin : 36)

Adakah anda bukan salah satu dari penciptaan Tuhan maka anda boleh mengatakan diri anda tiada pasangan? nauzubillah.

4. Sekiranya anda memiliki sesuatu yang anda sayangi, jika anda kurang/ tidak bersyukur, anda juga boleh memiliki kemungkinan bahawa anda akan kehilangan perkara tersebut, tetapi jika ianya hilang, tetap akan ada ganntian yang lebih baik dan perkara ini juga mempunyai hikmah dan didikan dari Allah sebenarnya jika kita hayati dengan lebih mendalam. Maksud Firman Allah: Ini adalah kurniaan Tuhanku untuk mengujiku adakah aku bersyukur atau sebaliknya dan sesiapa yang bersyukur maka faedahnya kembali kepada dirinya sendiri dan sesiapa yang ingkar maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Pemurah. (An-Naml-40)

5. jika anda sedang sakit (gunakan perkataan sedang dirawat untuk sembuh) bermakna peluang untuk anda pulih dan sembuh amat besar sekali kerana Nabi SAW didalam hadisnya pernah bersabda bahawa hanya penyakit tua dan mati sahaja yang tiada ubat atau penyembuh baginya. Jika anda seorang yang sihat, maka bersyukurlah dengan berikhtiar menjaga kesihatan anda kerana nikmat itu boleh ditarik semula. Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara, antaranya ialah Sihat sebelum Sakit.

Maksud firman Allah:

"Apa jua kebaikan (nikmat kesenangan) yang engkau dapati maka ia adalah dari Allah; dan apa jua bencana yang menimpamu maka ia adalah dari (kesalahan) dirimu sendiri. Dan Kami telah mengutus engkau (wahai Muhammad) kepada seluruh umat manusia sebagai seorang Rasul (yang membawa rahmat). Dan cukuplah Allah menjadi saksi (yang membuktikan kebenaran hakikat ini." (An Nisa': 79)

Sekian dulu, wallahuaklam.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]