Rabu, 23 Oktober 2013

Salamatus-sadr (berlapang dada)



Isteri kepada sorang lelaki yang paling baik hati pada zamannya berkata kepada suaminya:-

Aku tidak pernah melihat manusia yang paling keji akhlaknya selain daripada saudara maramu dan sahabat-sahabatmu.


Lelaki itu bertanya isterinya tentang alasan kenapa dia berkata begitu. Maka isterinya menjelaskan:

- Sebab aku lihat, ketika engkau kaya mereka selalu mendampingimu. Dan ketika engkau papa mereka tinggalkanmu

Dengan tenang si suami berkata kepada isterinya:

- Demi Allah, itulah tanda kemuliaan akhlak mereka. Mereka datang kepada kita di kala kita mampu memuliakan mereka. Dan mereka tinggalkan kita di kala kita tidak mampu menunaikan hak-hak mereka.


Kata seorang hukamak (orang bijak pandai) ketika mengulas kisah ini:

“Lihatlah betapa tinggi pekertinya! Dengan ketinggian pekertinya itu dia mentakwilkan perbuatan yang buruk menjadi baik, tindakan yang zahirnya mungkir menjadi setia. Inilah yang dikatakan salamatus-sadr.


Salamatus-sadr adalah kerehatan di dunia, keberuntungan di akhirat. Ia juga merupakan antara sebab seseorang itu masuk syurga.”


Sumber: facebook

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]