Khamis, 1 Mac 2012

Ketika Diri Terlilit Hutang

Ketika Diri Terlilit Hutang

Sabda Rasulullah s.a.w yang maksudnya:
” Berhati-hatilah kamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatangkan keresahan di malam hari dan menyebabkan kehinaan (aib) di siang hari”
(HR Al-Baihaqi)



Bismillahirrahmanirrahim

Anakku,
Kamu telah datang dan menceritakan tentang keadaanmu. Kamu jatuh bangkrupt atas usaha yang telah kamu bina selama ini. Kamu berbicara seakan-akan kamu tidak percaya dengan keadaanmu sendiri. Demikian ramai orang yang mendatangimu dan kamu tak punya sesuatu apa pun untuk membayar tagihan mereka. Demikian banyaknya hutang yang harus kamu tanggung sehingga kamu seolah-olah merasa bahwa kamulah orang yang paling menderita di dunia saat ini.

Tenang saja anakku. Adakalanya memang demikianlah perjalanan hidup anak adam. Dengan cara demikian, sebenarnya :

Allah, Tuhanmu, berkehendak memasukkanmu ke dalam golongan mereka yang sabar. Memang benar, ada banyak cara yang Dia miliki untuk menunjukkan kasih sayang-Nya kepada hamba yang disukai-Nya, akan tetapi cara inilah yang kiranya Dia pilih khusus buatmu. Dibuat-Nya keadaan yang menjadikanmu 'dipaksa' untuk belajar menahan atas segala keinginanmu.

Belajar untuk menahan marah atas amarah orang lain. Ketika kamu berada dalam keadaan seperti ini, tentu kamu menyedari betapa lemah dan rendahnya kedudukanmu. Bila hidup ini diumpamakan sebagai putaran roda, tentu kamu berada pada posisi terbawah. Semua orang yang datang kepadamu telah menempatkan diri mereka di atasmu. Seakan mereka mempunyai hak untuk marah atau menghujahmu kerana kelalaianmu.

Meskipun keadaanmu layak untuk dikasihi, tidak ada salahnya kamu mengasihi mereka yang marah kepadamu. Ketahuilah, mereka tak akan berbuat seperti itu seandainya mereka memahami erti pentingnya menangguhkan waktu pembayaran hutang. Sebenarnya sama saja bagi Allah terhadap mereka yang di atas atau yang di bawah. Bagi keduanya ada banyak kesempatan untuk meraih kebaikan di sisi-Nya.

Barang siapa yang memberi jangkawaktu kepada si peminjam agar ada kemudahan untuk membayar hutangnya, maka Allah swt. Akan memberi jangka waktu yang cukup baginya untuk bertaubat sebelum matinya, bahkan Dia akan memberi ganjaran sedekah setiap hari sejumlah harta yang dipinjamkannya sampai yang berhutang mengembalikannya.

Bila seseorang dalam keadaan sempit untuk membayar hutang, maka niat dan kesungguhan dalam hati untuk membayarnya akan menjadi asbab bagi turunnya bantuan Allah dan kemudahan dari-Nya bagi melunasi hutang-hutangnya.Umpama saja hutangmu sebesar gunung dan kamu menyangka berat benar untuk melunasinya, tetap saja penting buatmu untuk berniat membayarnya.

Kerana barang siapa yang tidak punya niat untuk membayar hutang, Allah swt. akan menuntutnya sebagai pencuri, bahkan pahala kebaikannya akan dialihkan kepada yang memberi hutang dan jika masih belum terpenuhi, maka bersiaplah menanggung dosa-dosa orang tersebut.

Bila kamu memiliki kemampuan minimum (kecil) untuk membayarnya, segerakan saja pembayaran yang dapat kamu lakukan, karana termasuk sebaik-baik manusia adalah mereka yang mudah mengembalikan hutang. Dan barang siapa yang menunda-nunda pembayaran hutang padahal ia mampu untuk melakukannya, maka akan bertambahlah satu dosa baginya setiap hari sampai dia melunasinya.

Anakku, bila saat ini kamu dililit hutang sedemikian rupa dan kamu belum mampu melunasinya, bacalah sebanyak-banyaknya ayat di bawah ini,

Katakanlah, "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(Ali Imran : 26)

Dan berikut ini adalah doa pelengkap yang seharusnya kamu sering memanjatkan kepada-Nya agar kamu mudah membayar hutang,

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan apa saja yang Engkau halalkan dari melakukan apa saja yang Engkau haramkan. Juga kayakanlah aku dengan keutamaan-Mu dari siapa saja selain-Mu."

Atau doa yang berikut,

"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan gundah gulana. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu darikebakhilan dan ketakutan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan tekanan manusia."

Maka apabila kamu memohon kepada Allah, iringilah doamu dengan sangka baik (husnuzzon) kepada-Nya bahwa Dia pasti memberimu jalan keluar dari lilitan hutang ini. Juga perlu diingat, hendaknya kamu tidak terburu nafsu dalam upaya melunasi hutang-hutangmu. Meskipun salah satu sifat manusia adalah tergesa-gesa, berusahalah bersikap santai dengan tetap menguatkan niat untuk melunasinya disamping menjaga tawajuh pada-Nya.

Sungguh, Dia akan membantumu akan tetapi tidak dengan jangka waktu yang kamu mahu. Dia akan membantumu dengan batasan waktu yang ditentukan-Nya sendiri. Subhanallah.

Artikel Asal:

Subhan ibn Abdullah, Pattaya, Thailand (Kebun Hikmah)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]