Isnin, 12 September 2011

Jangan

Jangan ketawakankan atau perlekehkan Impian dan Keinginan orang lain walaupun impian mereka itu kelihatan sangat kecil, remeh dan tidak bernilai bagi anda tapi ianya mungkin amat bernilai dgn situasi diri mereka. Hormati impian orang lain dgn ikhlas, barulah impian anda sendiri mudah anda capai. Percayalah..





Jangan paksa diri supaya menyintai orang yang tidak anda sukai, kelak memakan diri. Jangan paksa orang yang anda sukai supaya menyintai anda, kerana anda hanya akan menempuh ranjau berduri. Kerelaan hati dan penerimaan kasih sayang yg ikhlas dari kedua belah pihak akan memberikan kebahagiaan yang harmoni.


~arjunasetia~

Ahad, 11 September 2011

A Shoulder To Cry On

Life is full of lots of up and downs,
And the distance feels further when you're headed for the ground,
And there is nothing more painful than to let you're feelings take
you down,
It's so hard to know the way you feel inside,
When there's many thoughts and feelings that you hide,
But you might feel better if you let me walk with you
by your side,

And when you need a shoulder to cry on,
When you need a friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone, cause I'll be there,
I'll be your shoulder to cry on,
I'll be there,
I'll be a friend to rely on,
When the whole world is gone,
you won't be alone, cause I'll be there.

All of the times when everything is wrong
And you're feeling like
There's no use going on
You can't give it up
I hope you work it out and carry on
Side by side,
With you till the end
I'll always be the one to firmly hold your hand
no matter what is said or done
our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on
everyone needs a friend to rely on
When the whole world is gone
you won't be alone cause I'll be there
I'll be your shoulder to cry on
I'll be there
I'll be the one you rely on
when the whole world's gone
you won't be alone
cause I'll be there!

And when the whole world is gone
You'll always have my shoulder to cry on....

Perfomed by:Tommy Page

Sabtu, 10 September 2011

REPOST: Kebetulan atau Manifestasi?


Azman: Eh, semalamkan, aku terpaksa pergi ke 5 tempat berasingan kerana urusan imigresen pembantu rumah aku. Syukurlah, walau pun tempat -tempat itu memang area yang sibuk, aku berjaya perolehi tempat parking di ke lima2 tempat berasingan dengan mudah. Sebelum aku keluar rumah, aku berdoa mohon dipermudahkan, dan kemudian aku beri fokus pada tempat parking yang banyak untuk aku. Siap aku visualkan lagi...

Arshad: Ah...itu semua kebetulan sahaja...cuba kalau kau dah fokus dan kemudian tak dapat pulak macamana?

Azman: Kau kena positif dan husnuldzonlah..jangan ada ragu-ragu atau doubt...

Arshad; iyalah...tapi kalau tak dapat jugak? ini semua kebetulan sahajalah...

Azman : Kalau sampai dah 5 tempat yang sibuk, aku berjaya manifest keinginan aku, takkanlah kebetulan...

Kebetulan atau suatu manifestasi?

Kita semua beriman dan percaya bahawa tidak ada satu pun kejadian dan perkara yang berlaku diseluruh alam semesta ini yang terlepas dari kekuasaan dan pengetahuan Allah S.W.T. Hatta sehelai daun kering gugur kebumi juga ada tercatat di lauh mahfuz

" Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada siapa yang mengetahuinya melainkan Dia-lah sahaja; dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan semuanya tertulis di dalam Kitab ( Lauh Mahfuz ) yang terang nyata."
Ayat 59 Surah Al-An'aam.

Maka adakah kita mahu bersetuju dengan pendapat yang mengatakan kebanyakan perkara yang berlaku hanyalah kebetulan , ATAU kita wajib beriman dengan kalimah Allah didalam Al-Quran?

Sabda Rasulullah SAW:
"TIDAK ADA YANG DAPAT MENOLAK KETENTUAN TUHAN KECUALI DOA, dan tidaklah yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan. Dan seorang laki-laki akan diharamkan baginya rezki karena dosa yang diperbuatnya."

Fahamkanlah hadis ini baik-baik. Bahwasanya dengan doa yang mustajab Tuhan dapat mengubah apa yang telah ditentukannya buat hambaNya.

Disini kita mendapat kesimpulan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambaNya yang semata-mata bertawakal dan menyerah kepada-Nya. Hadis yang seperti ini sudah nyata melarang kita hanya menyerah saja kepada takdir yang kita sendiri belum tahu rahsianya. Kita disuruh selalu mendesakkan doa kita kepada Allah, yakni desakan dengan erti yang baik. Dan doa bukanlah alamat dari kelemahan, melainkan menimbulkan kekuatan. Yaitu mempositifkan atau menunjukkan jiwa semata-mata kepada Allah, bebas daripada pengaruh atau mencari perlindungan kepada sesama mahluk. Maka dengan berdoa kita akan selalu merasa diri dekat kepada Allah.

Maka kesimpulannya disini adalah,

KEBETULAN = TIADA YANG MENGATURNYA

Maka jika kita bersetuju bahawa wujud kebetulan, maka kita juga bersetuju bahawa ada perkara-perkara yang berlaku tanpa ada sesiapa yang mengatur atau mengawalnya. Maka secara tidak langsung, kita telah menafikan ayat 59 surah Al-An'aam yang tersebut diatas.

Bagaimana pula sekiranya setelah berdoa dan memberikan fokus dan visualisasi yang tepat, tetapi masih belum dapat apa yang dihajati?
Apakah kerana Alah tidak mahu memakbulkan doa kita? Mengapa? Apakah kerana kita terlalu banyak dosa maka tidak layak untuk mendapat pertolongan Allah?

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah :216)

Dari apa yang diterangkan oleh Allah melalui ayat diatas, kita dapat fahami bahawa Allah hanya memberikan yang terbaik untuk para hambanya kerana Dia adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah know what is the best for us. Yang baik itu dari Allah, yang khilaf itu dari kelemahan manusia itu sendiri. Maka ada diantara doa dan permintaan yang kita mohon dari Allah itu sebenarnya tidak sesuai dan tidak elok untuk kita, maka dengan itu, Allah tidak memakbulkannya, sebaliknya maka Allah akan menggantikan dengan perkara lain yang lebih baik.

Tentang persoalan banyak dosa sehingga tidak layak mendapat pertolongan Allah, perlulah kita fahami dengan betul, bahawa persoalan dosa itu adalah satu perkara lain, persoalan doa adalah satu perkara lain.

Allah itu bukan seperti kita manusia yang mempunyai sifat dendam dan hasad yang mana kita selalunya tidak akan mahu menolong orang yang membuat kesalahan pada kita. memang benar, dosa membuatkan terhijabnya doa. Akan tetapi Allah telah meletakkan sistemNya sendiri dimana hamba yang berdosa diberikan peluang untuk bertaubat sehinggalah nyawanya berada dikerongkong disaat sakaratul maut. Oleh itu walau sebesar mana pun seseorang hamba merasakan dirinya berdosa, dia masih layak/entitle untuk berdoa dan doanya masih berhak untuk Allah makbulkan, samada dimakbulkan atau tidak, terserah kepada budibicara Allah S.W.T. Apapun, Allah hanya memberikan yang terbaik pada hamba-hambanya.

Maka jika kita berasa diri kita banyak dosa, bertaubatlah. Mengapa perlu membiarkan diri terus hanyut dalam dosa hingga timbul rasa malu untuk berdoa pada Allah.

Daripada Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu telah berkata : Aku mendengar Rassulullah S.A.W bersabda : Sesungguhnya Allah berfirman (maksud) : Wahai anak Adam! Apabila engkau memohon dan mengharapkan pertolonganKu maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak menganggap bahawa dosamu itu suatu bebanan (untuk memakbulkan doamu). Wahai anak Adam! Sekalipun dosa kamu seperti awan meliputi langit kemudian kamu memohon keampunanKu, nescaya Aku akan mengampuninya. Wahai anak Adam! Jika kamu menemuiku (selepas mati) dengan kesalahan sebesar bumi, kemudiannya kamu menemuiKu dalam keadaan tidak syirik kepadaKu dengan sesuatu nescaya Aku akan datang kepadamu dengan pengampunan terhadap dosa sebesar bumi itu.
(Hadis Riwayat Imam Tarmizi dan menurut beliau ia adalah hadis Hasan Sohih)


Wallahuaklam


Terbit untuk Portal Komuniti Ukhwah pada 2hb Jan 2010

Jumaat, 9 September 2011

Muhammad Ali's Top 5 Tips for Punching Through the Wall

"I wish people would love everybody else the way they love me. It would be a better world."

Hi!

I'm guessing Muhammad Ali doesn't need a long introduction. As an amateur he won the Olympic Gold. He then went on to become a three-time World Heavyweight Champion. And in 1999, Sports Illustrated and the BBC named him as "the Sportsman of the Century".

But what can we learn from one of the best boxers of all time?

Well, today I would like to share five tips from Muhammad Ali on how to break through the barriers in the world and in your mind.

1. Take a risk.

"He who is not courageous enough to take risks will accomplish nothing in life."

To get what you really want you will pretty much always have to take risks. Of course, that can be scary.

Every time you take the leap and take a risk - even if things might not go your way that time - you can build confidence in yourself. By getting more experiences where you took action instead of sitting on your hands it will over time becomes easier to start moving in the direction you desire and take a chance.

So how can you overcome this, take a leap and take the risk? I don't have some simple and easy solution. But I do have a few tips.
Really, really want it. When you really want it simply becomes easier to push through the inner resistance you feel. You are so motivated to achieve whatever it is you want that the risk may be scary but smaller than your desire.
Ask yourself: what's the worst that could happen? We often build big, negative fantasies in our heads of what may happen if we do something. Huge scary monsters. But probably 90 percent of what you fear never come into reality. This is of course easy to say. But if you remind yourself of how little of what you feared throughout your life that has actually happened you can start to release more and more of that worry from your thoughts.
Detach from the outcome. When you are actually doing and taking the risk in real-time detach from the outcome. Instead of thinking about what the results of your actions may be, just focus on what's in front of you. Things will become easier. You'll create less inner anxiety and pressure for yourself. And you will perform better because you are totally focusing on what's right in front of you and not weighing yourself down with a lot of self-created negativity and doubts.


2. Steer clear of self-sabotage and creating inner obstacles.

"It isn't the mountains ahead to climb that wear you out; it's the pebble in your shoe."

This is a big problem because often you don't even know that you are for example self-sabotaging. You think that the thought loops that spinning around in your head is reality. But you can't predict the future. But you are so stuck in your thoughts that you believe them as if they where the absolute truth.

Again, one way to gain a sober perspective is to ask: what's really the worst that could happen? And then you can make a plan to handle that worst case scenario if it were to come into reality.

Another important thing here is to do what you think is the right thingin life as much as you can. Why? Because when you do that you start to build an image of yourself as someone who deserves the good things that come to him/her. Self-sabotage comes from thinking that you on some level simply aren't worthy of what you want. So you sabotage for yourself along the way to get yourself back into the place or level of success you feel you deserve. So you have to make yourself feel more deserving.

Doing the right thing isn't always easy. But you choose to go and work out instead of lying on the couch and watching TV. You choose to be kind instead of petty or judgemental. You choose to take a chance instead of not taking it. And a lot of the time you might not do the right thing. But by just increasing the number of times you do it during your week little by little you can really change how you view yourself. And over time this habit can become stronger and stronger.

Now, another essential thing to avoid self-sabotage and creating mind-monsters is this...

3. Keep your self-talk positive.

"It's the repetition of affirmations that leads to belief. And once that belief becomes a deep conviction, things begin to happen."

"I am the greatest, I said that even before I knew I was."

"I'm so fast that last night I turned off the light switch in my hotel room and was in bed before the room was dark."

If you are always negative and down on yourself it will be a lot more painful and sometimes pretty much impossible to achieve what you want. Keeping the self-talk in your head positive is essential. You can make that easier to by following the tips above.

Another helpful thing is just to be mindful of how you think about things. To say "Stop!" and cut off negative thought threads before they become strong. Just cut them off as often as you alert enough to do so. And replace them with more positive thought spirals by asking yourself questions like "What's awesome about this?" and "What can I learn from this?".

Keeping your self-talk positive may seem cheesy or uncool. But beating yourself up all the time is far worse and really not helping you at all.

Plus, the thing is that your self-talk is contagious. Because how you talk to yourself affects how you feel. And as we know from bumper stickers, enthusiasm (and any other feeling) is contagious. And as we know from Ali, this self-talk can also start to seep out into what you say out loud too.

As you interact with people, there is always a social feedback loop. People tend to treat you as you see yourself and as a reaction to how you make them feel. Someone with very positive self-talk will probably be perceived as confident and positive and therefore be treated a certain way. Someone who thinks s/he is a loser and is always down on him/herself may be met with sympathy but also irritation or simply that people tend to avoid that person.

And since people and support is essential to just about any success you may desire your self-talk - and how you talk out loud - becomes very important.

Now, the social feedback loop is about what you really feel about yourself. Not that you repeat affirmations all day that you don't believe in. So you need to start doing the right thing too, because positive real-life experiences have a deeper impact on how you feel about yourself than just making the self-talk more positive. At least in my experience.

4. Don't make a big deal out of it.

"It's just a job. Grass grows, birds fly, waves pound the sand. I beat people up."

So you create a more positive self-image by doing the right thing and keeping your self-talk more positive. But it's also a good thing to not go overboard. To not grow a huge ego and come off as arrogant or well, like a jerk.

This may be a bit counter-intuitive but not making a big deal out of what you are good at have some big benefits.
Less defensiveness and negativity. I could for instance create a big ego around the fact that I have many readers on this blog. And that would feel awesome for a while. But sooner or later my head would become too big and I would come off in a negative way. And if people would question what I am saying I would start to feel more and more threatened and nervous. Because I would have a big image to live up to and defend each day. I think it's a lot easier to keep the self-talk positive but also just be a guy who knows some stuff, has done some things and who write about all of that.
Makes the doing easier and more enjoyable. If you think it's a big deal then it becomes a big deal. And things become unnecessarily hard and complicated. You start to create monsters in your mind again. Your ego may want you to think that it's big, big deal because it means that you are a big, big deal too. That effect is enjoyable but makes the doing harder and less fun after a while as the inner pressure starts to ramp up.


5. Use your emotional leverage to succeed.

"Only a man who knows what it is like to be defeated can reach down to the bottom of his soul and come up with the extra ounce of power it takes to win when the match is even."

If you have an interest in personal development then you have probably hit a point sometime in your past where you said "Enough of this! Something has to change". Or you felt like you hit rock bottom. Now that isn't fun. But as Ali says, it's also there you can find that extra motivation and power to push through.

If you were unhealthy and overweight you feel like you never want to go back to that again. If you didn't get anything done, procrastinated all day and felt like crap you don't want to go back to that. If you were buried in a mountain of debt you never want to go back to that place or headspace again.

When you have had enough you will find a way to change your life. And I'm not saying that you should be driven by a fear to never return back to where you were. But to simply remind yourself of how it where back then when things get tough. And realize that yes, it may be hard right now. But it is temporary. And it's definitely better than it used to be.

Your worst times may not be fun at all when they are happening. But later on they can be some of the most helpful and powerful experiences of your life.


Sumber: The Positivity Blog

Selasa, 6 September 2011

Everything that happens will always lead us to something good

Dah seminggu Aidil Fitri melabuhkan tirainya, waktu terlalu cepat berlalu, seakan tak mampu mengejarnya. Aku pun dah lama tak menukilkan coretan diblog ini, asik copypaste hak tulah orang lain jer..

Merenung sejenak jauh ke dalam diri, tersedar sesuatu yang menyebabkan aku seakan takut untuk menulis lagi. Betapakan tidak, kebanyakkan dari apa yang kuluahkan, kukongsikan selama ini, kadangkala akan datang pula ujian yang seakan menguji diriku sendiri sekuat manakah diriku sendiri dalam mengaplikasikan apa yang aku kongsikan kepada orang lain.

Bila aku memberi penekanan pada memberi kemaafan, yang aku rasakan selama ini diriku mampu melakukannya, maka datanglah pula perkara-perkara yang membuatkan aku terasa amat payah untuk memaafkan,

Bila aku memberi penekanan kepada kesabaran, diriku teruji pula dengan hal-hal yang benar-benar mencabar kesabaran diriku..

Bila aku menulis tentang kepentingan meletakkan diri sentiasa didalam frekuensi positif, berlaku pula peristiwa yang terpaksa kulalui dan tanpa kusedari telah membuatkan aku menjadi sangat negatif...

sampai aku berkata sendirian: wew..beratnya

Baru-baru ini setelah selesai kempen 'Stop OCD' sebanyak 6 siri, berlaku pula beberapa insiden yang tak pernah ku terfikir akan mula mempengaruhiku semula terhadap corak pattern pemikiran was-was

Dan begitulah seterusnya pada topik-topik perbincangan lain...kita terus diuji (dididik pada hematku)...atas sebab apa ya?

Aku rasa jika aku berjaya melalui sesuatu ujian itu dengan cara yang lebih banyak peratus positifnya, aku akan dapat memahami perkara-perkara baru dan menambahkan kekuatan serta ilmu..

andaikata aku melaluinya dengan peratusan persaan negatif yang lebih tinggi, maka pemahaman diri tidak akan berkembang, dan kemungkinan besar juga aku akan terjerumus ke kancah kehidupan yang lebih teruk...

Itu pendapat aku sahaja, tetapi hakikat yang sebenarnya, aku tidak mengetahui apa-apa pun, kerana kebanyakan ujian yang mendatangi aku kali ini, telah kulalui dengan kadar peratusan NEGATIF yang banyak...akan tetapi akhirnya aku tetap ditemukan dengan beberapa hikmah, pemahaman yang tak disangka-sangka dan kegembiraan yang tinggi...maka tercetus pula affirmasi untukku hari ini:

Everything thats happens will always lead us to something good...



Betul ke? tentu ada pro dan kontranya, tetapi buat masa ini aku sangat selesa menggunakannya...

Allah,...thank you so much..i've made a gazillion of sins in my life, still, u always give a chance....although i always break my promise...tears


wassalamualaikum

Jumaat, 2 September 2011

Indahnya Beristeri 4


Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan
isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya
ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat
setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. Dialah yang
merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedangang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, "Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada
isteri keempatnya, "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan
perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?" Isteri keempatnya terdiam. "Tentu ! saja tidak!" jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.


Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, "Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?". Isteri ketiganya menjawab, "Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati". Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?" Si isteri kedua menjawab perlahan, "Maafkan aku...aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu."

Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus
asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan
ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia
bersamamu." Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati
isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus.
Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang
Lalu berguman, "Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku
mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku."





korang semua prasan tak..

sebenarnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;







ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja
Yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya
akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan
dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.

ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada! yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat
hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya.
Hanya sampai kuburla mereka akan menemani kita.

DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi.


Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus
setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

p/s : Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan
sampai kita menyesal kemudian hari...


sumber:LINK
Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]