Ahad, 31 Julai 2011

Marhaban Ya Ramadhan

Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam:

Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mahu berbicara dengan siapapun.”

Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)

Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para syaitan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu syurga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengar suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang solat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)

Waktu Berpuasa

Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu solat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu solat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur’an dengan istilah benang putih dari benang hitam.

Doa Berbuka Puasa
Jika berbuka puasa, Rasullullah saw. membaca, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.” Artinya, ya Allah, untukmu aku berpuasa dan dengan rezeki yang engkau berikan kami berbuka. Dan Rasulullah saw. berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak ada, cukup dengan air putih.

Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa
Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo’a sebelum berbuka.

Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan percakapan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat.

Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri’tikaf.

Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa
1. Orang yang safar (dalam perjalanan). Tapi, ada ulama yang memberi syarat. Seseorang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di bulan lain, jika safarnya menempuh lebih dari 89 km dan safarnya bukan untuk maksiat serta perjalanannya dimulai sebelum fajar. Namun Imam Hanbali membolehkan berbuka, walaupun safarnya dimulai pada siang hari. Alasan dibolehkannya berbuka adalah karena safar mengandung masyaqqah (kesusahan). Jika seseorang yang safar mengambil rukshah ini, ia wajib mengganti puasanya itu di hari lain sejumlah hari ia tidak berpuasa.

2. Orang yang sedang sakit. Sakit yang masuk dalam kategori ini adalah sakit yang dapat menghalang dirinya daripada meneruskan ibadah puasa dan boleh membahayakan keselamatan dirinya jika dia tetap berpuasa. Untuk memutuskan dan menilainya, diperlukan pendapat doktor. Jika seseorang tidak berpuasa karena sakit, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di bulan lain ketika ia sudah sihat.

3. Wanita hamil dan ibu yang menyusui. Wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha’ saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha’ dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Hal ini diqiyaskan dengan orang sakit dan dengan orang tua yang uzur.

4. Orang yang lanjut usia. Orang yang sudah lanjut usia dan tidak sanggup untuk puasa lagi tidak wajib puasa, tapi wajib bayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.

5. Orang yang mengalami keletihan dan kehausan yang berlebihan. Jika kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa dan akal, maka boleh berbuka dan wajib qadha’.

6. Orang yang dipaksa (ikrah) tidak berpuasa. Orang seperti ini boleh berbuka, tapi wajib mengqadha’.

Permasalahan Sekitar Puasa

1. Untuk puasa Ramadhan, wajib memasang niat berpuasa sebelum habis waktu sahur.

2. Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.

3. Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.

4. Dilarang suami-istri berhubungan badan di siang hari ketika berpuasa. Hukuman bagi orang yang bersenggama di siang hari pada bulan Ramadhan adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu memerdekakan budak, suami-istri itu dihukum berpuasa dua bulan penuh secaara berturut-turut. Jika tidak mampu juga, mereka dihukum memberi makan 60 orang miskin sekali makan. Kalau perbuatannya berulang pada hari lain, maka hukumannya berlipat. Kecuali, pengulangannya dilakukan di hari yang sama.

5. Orang yang terlupa bahwa ia berpuasa kemudian makan dan minum, maka puasanya tetap sah. Setelah ingat, ia harus melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka di hari itu juga.

6. Hanya muntah yang disengaja yang membatalkan puasa. Ada tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: bekam, muntah (yang tidak disengaja), dan bermimpi (ihtilam). Sikat gigi atau membersihkan gigi dengan syiwak diperbolehkan. Hal ini biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Tapi, ada ulama yang memakruhkan menyikat gigi dengan pasta gigi setelah matahari condong ke Barat.

7. Orang yang mempunyai hutang puasa tahun sebelumnya, harus dibayar sebelum masuk Ramadhan yang akan berjalan. Jika belum juga ditunaikan, harus dibayar setelah Ramadhan yang tahun ini. Tapi, ada ulama berpendapat, selain harus diqadha’ juga diwajibkan memberi makan orang miskin.

8. Para ulama sepakat bahwa orang yang wafat dan punya utang puasa yang belum ditunaikan bukan kerana kelalaian tapi disebabkan ada uzur syar’i seperti sakit atau musafir, tidak ada qadha yang harus ditanggung ahli warisnya. Tapi jika ada kelalaian, ada sebagian ulama mewajibkan qadha terhadap ahli warisnya dan sebagian lain mengatakan tidak.

9. Bagi mereka yang bekerja berat -seperti pekerja peleburan besi, buruh kasar, atau yang lainnya- jika berpuasa menimbulkan kemudharatan terhadap jiwa mereka, boleh tidak berpuasa. Tapi, wajib mengqadha’. Jumhur ulama mensyaratkan orang-orang yang seperti ini wajib baginya untuk sahur dan berniat puasa, lalu berpuasa di hari itu. Kalau tidak sanggup, baru boleh berbuka. Berbuka menjadi wajib, kalau yakin berpuasa akan menimbulkan kemudaratan.

(Karya asal Mohamad Bugi disunting oleh PEMBINA)



Sumber: LINK

Sabtu, 30 Julai 2011

Kau Muncul Kembali

Ramadhan sudah benar-benar hampir untuk muncul kembali, semoga saya dan kita semua diberi peluang dan kesempatan olehNya untuk menjalani kewajipan pada kali ini. Dikesempatan ini saya mengucapkan Salam Ramadhan kepada semua yang pernah menjenguk ke sesawang ini dan juga kepada rakan-rakan loa's, peserta seminar dan sesiapa jua yang mengenali diri saya.

Saya berdoa kepada Allah s.w.t semuga anda semua dan diri saya diberikan kekuatan, ketenangan dan dipermudahkan didalam menjalani ibadah puasa. Semoga setiap dari kita mendapat barakah dan rahmat serta taufiq dan hidayah yang berpanjangan dari masa ke semasa.

Saya manusia biasa yang tidak sunyi dari melakukan kesalahan, dosa dan kesilapan, saya memohon ampun dan maaf kepada anda semua diatas apa jua kesalahan dan ketelanjuran saya termasuk sikap dan kata-kata saya yang tidak anda senangi..semoga Allah merahmati anda semua

Hayatilah bait-bait kata dari lagu ini, semoga mampu memberikan sedikit impak kepada kita semua, assalamualaikum.


Permaidani (Aris Ariwatan)

Rimbun dan redup kasihMu
Kau tempat ku berpayung
Di manakah lagi dapat ku rebahkan
Rasa gundah ini

Nun Kau teguh di sana
Pengasih dan penyayang
Pun ku masih terleka
Meneguk ihsanMu
Walau ku sedari

Oh... nyamannya
Bila dipelukan rinduMu
Mengimbaulah sentosa

Bentangkan ku permaidani
Dari baldu berwarna putih
Moga tak ku terasakan
Cubaan yang ku galas ini
Kepada Mu titianku
Hijrahkanlah diri ini

Jumaat, 29 Julai 2011

What's the hardest part of the law of attraction?

For me, I think it's gratitude.

Gratitude also happens to be crucial to
developing a prosperity mentality.

Gratitude helps you focus on what you have right
now, so you can attract more of it.

Are you overweight? It's hard to be thankful for
that. But can you walk and move around?

Can you see and hear?

There are many things about your body that you
can be thankful for even if you are depressed
about your weight or have a disease.

Are you broke? Find something in your financial
situation for which you have gratitude, no matter
how small it is.

Maybe you found an extra $10 cash you didn't know
you had and were able to get gas.

Maybe a $500 check came unexpectedly from a
family member.

Maybe the problem with the fridge suddenly
resolved itself and you don't have to call a
repair person.

There are any number of things like this each day.

Here's another bonus: when you are thinking about
what you are grateful for you aren't thinking
about what you lack.

So even if you're grateful for the small amount
of money you currently have, you're still
thinking about cash, not about what you don't
have. This puts you in a position to attract more
cash.

See how that works?

If you can have that kind of gratitude, then you
can really make progress if you go one step
further:

Be grateful for the challenges and adversity too.

You don't dwell on the challenge, such as being
overweight, when you express gratitude for it.

Instead you dwell on the lessons you are learning
from the struggle.

Because it's those lessons that will help shift
your mindset from scarcity to prosperity.

Warmly
Richard
Thursday, 28 July, 2011 2:12 PM

P. S. Here's a great quote about gratitude: ""A
thankful heart is not only the greatest virtue,
but the parent of all other virtues." -Marcus Tullius Cicero

Khamis, 28 Julai 2011

Bagaimana saya memotivasi diri?

By Saodahajil

Kalau saya tak ada “mood” apa saya buat? Bagai cuaca pada hari-hari tertentu, begitu juga motivasi dalam diri manusia ada pasang surutnya. Seorang pelajar, seorang pekerja dan sesiapa sahaja akan merasai pasang surut motivasi dalam diri masing-masing. Ada ketika kita rasa sangat bermotivasi tetapi ada juga ketikanya kita merasa sangat tidak berdaya.

Kalau saya tak ada mood inilah cara saya memotivasikan diri supaya mood lesu menjadi segar semula.

1. Baca Al Quran

2. Mendengar bacaan ayat Quran yang sedap2.

3. Mendengar ceramah agama

4. Baca buku motivasi atau buku agama

5. Baca catatan jurnal sendiri yang ditulis ketika saya merasa sangat bermotivasi

6. Beri motivasi kepada orang lain contohnya beri nasihat dan kata-kata bermotivasi kepada pelajar saya.

Walau apapun caranya setiap individu mempunyai keunikan sendiri memilih cara yang sesuai dengan diri untuk memulihkan motivasi diri yang kian malap. Mengelakkan diri daripada perkara atau orang yang membuatkan kita rasa lemah semangat juga merupakan cara yang berkesan.

Credit To: Puan Saodah Ajil

Artikel ini adalah pautan dari: LINK

Aku tahu kau CEKAL


Kawan,
Sebak dan simpati mendengar perkhabaran itu
Kiranya bak kata pujangga:
"saat yang terindah hanyalah sementara"
walau aku pun tak menyetujui perumpamaan itu

aku tidak tahu apa yang berlaku,
kerana hanya kau, dan Allah yang lebih mengetahui
namun yang pasti, perkara itu telah pun berlaku
sebagai hamba yang mengakui memiliki keimanan padaNya
kita wajib mempercayai bahawa
tiap sesuatu itu pasti ada hikmah disebaliknya

dan aku kagum melihat ketabahan dirimu
ternyata amat kau amat kuat dan cekal menghadapinya
dan aku berharap serta berdoa
semoga kekuatanmu akan terus bertambah dan bertahan

aku menyetujui apa yang kau katakan
bahawa hanya orang-orang terpilih sahaja yang
dipilih untuk meniti perjalanan sebegini
dan aku yakin dan sangat optimis bahawa
andai kau teguh dan bersabar dengan kesabaran yang hakiki,
Kebahagiaan dan kesejahteraan pasti akan tiba jua

"pada tiap kesulitan itu pasti akan disusuli dengan kemudahan,
sesungguhnya, setiap kesukaran itu pasti diiringkan dengan jalan penyelesaian'
maka apabila sesuatu permasaalahan itu telah selesai,
maka berusahalah dengan gigih dan (meneruskan kehidupan dengan optimis dan berusaha melakukan amal soleh yang lain pula)
..dan tunjukkanlah pengharapan kepada TuhanMu.."

(al Insyirah: 5-8)

Anas bin Malik ra. berkata:

Ketika Rasulullah saw. duduk dan dihadapannya ada batu tiba-tiba ia bersabda:
"Andainya kesukaran datang dan masuk ke dalam batu ini niscaya akan akan datang pula kelapangan dan masuk ke dalam batu ini untuk mengeluarkan kesukaran itu. Maka tutunlah ayat 5 - 6.

(HR: Ibnu Abi Hatim).

Abu Hurairah ra. berkata , Rusulullah saw. bersabda:
"Pertolongan dari Allah diturunkan dari langit menurut kadar beban keperluan dan turunlah kesabaran menurut kadar ujian musibah. Jika engkau telah selesai dari urusan duniamu maka tegakkan dirimu untuk melakukan ibadah dan kepada rahmat Tuhanmu sajalah engkau tetap berharap".

Selasa, 26 Julai 2011

Pening!

"Saya dah cuba positif macam yang bro cakap tu tapi tak menjadilah...mungkin bukan semua orang dapat adaptasi langkah pengaplikasian tu.."

Sentap jugak bila dapat feedback macam ni.

"cuti semester ni memang saya nak habiskan masa dengan buat bisnes kecil ni, alang-alang stall burger abang saya tu dah takde orang pakai dah, lagi pun saya ada 4 bulan masa terluang, tapi, nampaknya tak masuk langsung rezeki..tak balik modal pun, takde customer, ..

Saya buat affirmasi setiap hari, visualkan bagaimana pelanggan datang tak berhenti beli burger, sentiasa mengekalkan pemikiran dan perasaan saya penuh optimis dan positif bahawa perniagaan ni membawa keuntungan yang memuaskan, tapi...bro tengok je lah, dari petang tadi saya bukak sampai saya tutup stall, hari ni baru ada 3 orang aje datang beli..rezeki ni kalau yang halal memang payah nak dapat" katanya dengan penuh nada 'down'.

Aku rasa nak bagi pelempang pun ada jugak..hehehe

Zairi, pernah tak aku cerita kat kau tentang 'terjun bangunan' dulu?

Rasanya pernah, ye saya ingat lagi tentang tu..

Ha...Kau ni macam orang yang nak terjun bangunan tu lah.

Manakan tidak, kita ni hidup berpijak dibumi yang nyata. (Mulalah keluar ceramah aku) Dalam tindakan-tindakan yang kita buat, kau kena ingat! Perlu realistik.

Hukum Tarikan bukan sesuatu yang mengajak kita 'berangan mat jenin'. Kalau kau dah lupa, meh aku cerita balik kisah tu.

Orang tu nak terjun dari tingkat 30, tetapi dia ingin selamat bila sampai ke bumi. Dengan berfikiran positif bahawa dia pasti selamat, visualisasikan bahawa dia terjun dengan selamat, maka dia terjun dan dia akhirnya terbunuh.

Tapi bukan ke bro kata tak boleh fikir negatif?

Berfikiran positif bukan begitu caranya, kita kena berpijak dibumi yang nyata. Bukankah saya dah pernah ingatkan,

Perancangan yang rapi perlu dibuat dengan mengambilkira peratusan segala apajua risiko yang berkemungkinan berlaku, sebelum kita membuat sesuatu keputusan.

Memikirkan risiko ketika sedang merangka sesebuah perancangan BUKAN berfikiran negatif. Ianya adalah sesuatu kewaspadaan dan timbangtara rasional yang perlu diambilkira.

Seseorang gadis contohnya, jika dengan tiba-tiba diajak tumpang kenderaan oleh lelaki yang tak dikenali, adakah dia BOLEH mengikut pelawaan itu dan husnuzzon bahawa dia selamat?..adakah jika dia menolak pelawaan itu bermaksud dia berfikiran negatif pada lelaki tu?

Dia berhak menolak pelawaan itu kerana memikirkan risiko keselamatan, DAN walaupun orang yang mempelawa itu dikenalinya, mungkin abang kepada rakan sekolah, dia juga masih TIDAK boleh menerimanya selagi dia tidak ditemani oleh muhrimnya seperti yang
ditetapkan oleh Allah.

Contohnya macam kau ni la, adaka bukak stall burger kat hujung kampung yang ada jalan mati ni. Ada ke ramai orang lalu kat sini? Kalau kau nak customer ramai, kenalah buat perancangan yang betul, bernas dan rasional. Cari kawasan yang strategik, yang jadi tumpuan orang ramai, kemudian, produk kau tu, kena pastikan sedap dan bersih, fikirkan risiko2 yang boleh berlaku dan cara mengatasi, seperti jika hujan, adakah stall kau masih selamat dari basah, dan lain-lain yang memastikan kau dapat berniaga dengan selesa dan effisien, termasuk juga waktu perniagaan kau mestilah selari dengan kehendak pelanggan, sebagai contoh, pekerja-pekerja pejabat mungkin juga akan tertarik untuk beli burger ni pada waktu tengahari, dan lain-lain lagi.

Selepas kau dah laksanakan segala keputusan hasil dari perancangan yang rapi dan plan yang strategik seperti itu, barulah kau mulakan kaedah visualisasi, affirmasi dan letakkan perasaan optimistik dan positif terhadap bisnes kau tu. Berserah dan redha kepada Tuhan, kerana kau telah buat sehabis mungkin usaha yang terdaya, maka segalanya kini terletak pada ketentuan Tuhan.

Kau ingat dengan berfikiran positif dan teknik visualisasi tu boleh ke menarik ramai pelanggan datang ke hujung kampung ni? Mungkin boleh, tapi tak ramaila, sebab itulah ada 3 orang customer je harini, itupun menunjukkan kau masih diberi rezeki, tapi jangan salahkan Tuhan jika rezeki kau sikit, salahkan diri kau!

Saya meniaga kat sini sebab dekat dengan rumah , senang nak tarik stall bawa balik, lagipun kalau nak buang air ke apa ke, boleh balik rumah..

Iyelah, itu maknanya kau cuma pentingkan keselesaan kau, tapi bukan pelanggan, ingat lagi tak? Niat yang paling penting dalam perniagaan ialah: "untuk memberikan perkhidmatan yang terbaik kepada pelanggan". Cubalah berusaha lebih sedikit, jangan nak semuanya mudah aja, dan jangan fikir bahawa bila dah applikasikan LOA ni, kita boleh membuat kerja dengan sambil lewa dan ambil mudah semuanya sebab kononnya segalanya akan jadi mudah. Itu bukan sikap yang positif, itulah namanya pemalas....

Jauh dia termenung ketika keretaku meninggalkan stall burgernya.

Sabtu, 9 Julai 2011

Aku Lapar!!!!

Aku baru pulang dari sebuah majlis makan-makan. Ada buffet, ada barbeque dan macam-macam...wahh kenyang betul perutku. Hari ini aku cuti, pagi tadi selepas subuh aku tertidur hingga pukul 10 pagi. Petang tadi sebelum ke majlis barbeque, aku sempat ke gym untuk aktiviti riadah. Wah..terasa indahnya hidup ni, segala keperluan diriku seakan terpenuhi..tidur cukup, makan cukup, exercise pun cukup.

Selepas mandi, aku menunaikan solat Isya dan mengucap syukur pada Pencipta yang memberikan hari yang indah ini padaku. Aku juga mohon keampunan atas kelalaianku bermalas-malasan tidur selepas subuh. Hatiku terasa ingin mengaji lalu kucapai naskah Al-Qur'an dari rak buku.

Membuka lembaran Al-Quran dan membaca ayat demi ayat dari Perkataan Allah, baru selembar, aku terasa mengantuk dan lemah, tanganku seakan tak berdaya untuk membuka lembaran seterusnya. Tiada kudrat dan kekuatan. Lemah. Lalu kusudahi pembacaanku. Sadaqallahuladzim...


Aku menyimpan naskah Al-Qur'an dan berbaring pula diatas katil. Telefon Bimbit berbunyi.

Assalamualaikum bro

Wa'alaikumussalam; Jawabku

Bro, free tak sekarang ni?

Free jugak, kenapa?

Esok cutikan, kalau free nak ajak bro pergi main bowling

Sekarang ni ke?

Yelah, siaplah, jap lagi saya sampai, naik kereta sayalah, Fared dengan Mus pun ada ni.

Ok, boleh jugak, datanglah; jawabku kegirangan.

Seketika itu naskah Al-Qur'an yang baru kusimpan terjatuh dari rak. Terkejut aku.

Mungkin dalam rasa mengantuk yang amat sangat tadi aku tidak meletakkan naskah Al-Qur'an tersebut dengan betul di rak.

..eh..kejap, kejap..apa aku kata tadi?..mengantuk?..

Aku terdiam dan terduduk. Terfikir seketika. Betapa diriku yang memiliki tibuh badan yang sihat, cukup rehat, cukup makan, cukup latihan fizikal tidak memiliki kekuatan dan kudrat untuk mengangkat hanya sehelai kertas ringan dari naskah Al-Qur'an, akan tetapi yakin pula akan boleh pula mengangkat dan menghayunkan bola bowling yang ternyata berkali ganda beratnya dari sehelai kertas.

Astaghfirullah...

Baru kufahami dan sedar, aku lebih banyak menumpukan perhatian pada bahagian jasad (fizikal) dalam proses menghargai diri sebagai salah satu penciptaan Allah SWT. Tetapi aku kurang memberi perhatian pada bahagian kerohanian (spiritual).

Jasadku kenyang dan kuat, tetapi roh ku amat lapar dan lemah.

Firman Allah:

“Sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (keutamaanya) dari ibadah lain.”
(Al-Ankabut : 45)

Mengingati Allah yang dimaksudkan diatas, antaranya adalah ZIKIR. Zikir adalah MAKANAN ROH. Dalam konteks ini, aku memang kurang berzikir; zikir hati yang dilakukan berterusan sebagai amalan diri. Bukankah hanya dengan mengingati Allah itu maka hati menjadi tenang, dan dengan ketenangan itu membawa kita ke dalam frequensi positif dan seterusnya menarik masuk tenaga-tenaga berbentuk positif ke dalam realiti kehidupan kita?

Melakukan kewajipan dan juga amalan-amalan berbentuk ibadah seperti solat sunat, membaca Al-Qur'an adalah antara amalan kerohanian. Mana mungkin roh yang lapar dan lemah mampu melakukan kerja-kerka ini. Maka kerana itulah, tangan fizikal yang gagah menghayun bola bowling tidak mampu mengangkat selembar kertas dari naskah Al-Qur'an untuk meneruskan pembacaan. Roh itu lemah, tak berdaya, kelaparan.

Fizikal manusia ini terhad, jika kita kaya raya dan mampu membeli pelbagai jenis pakaian berjenama mahal,

Berapa banyak pakaian mahalkah yang dapat kita pakai dalam waktu yang sama?..5 pasang sekali pakai?..tentunya kita akan pengsan kepanasan dan silap haribulan mendapat gelaran 'gila' dari orang lain.

Berapa banyakkah makanan yang lazat-lazat dapat kita makan dan isi ke dalam tubuh badan kita dalam waktu yang sama?...5 pinggan?..aku rasa jika 2 pinggan itu pun dan cukup membuat kita rasa mual dan ingin memuntahkan kembali makanan tersebut.

Akan tetapi roh manusia tiada had, kita boleh memberi 'makanan' dan 'pakaian' kepada roh dengan pelbagai jenis aneka zikir yang berlainan, tak kira sebanyak manapun, tak perlu keluar modal pun, dan makanan roh ini semestinya tersangat penting melebihi makanan jasad. Akan tetapi inilah sesuatu yang sering aku (mungkin kita) abaikan. Lantaran itu, tanpa kesedaran ini, ummah akan terus leka dan lalai dengan duniawi dan makin jauh dari Allah.



Dari Aisyah RA berkata bahawa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,

“Zikir (dengan tak bersuara) lebih unggul daripada zikir (dengan bersuara) selisih tujuh puluh kali lipat. Jika tiba saatnya hari kiamat, maka Allah akan mengembalikan semua perhitungan amal makhluk-makhluk-Nya sesuai amalnya. Para malaikat pencatat amal datang dengan membawa tulisan-tulisan mereka. Allah berkata pada mereka, ‘Lihatlah apakah ada amalan yang masih tersisa pada hamba-Ku ini?’ Para malaikat itu menjawab, ‘Kami tidak meninggalkan sedikit pun amalan yang kami ketahui kecuali kami mencatat dan menulisnya.’ Allah lalu berkata lagi (pada hamba-Nya itu), ‘Kamu mempenyuai amal kebaikan yang hanya Aku yang mengetahuinya. Aku akan membalas amal kebaikanmu itu. Kebaikanmu itu berupa zikir dengan sembunyi (tak bersuara).”

(HR Al-Baihaqi).

...........

Aku menelefon semula Jasmi dan memberitahu aku kurang sihat dan tidak dapat mengikut mereka bermain bowling malam itu. Memang betul aku kurang sihat, rohku kurang sihat.

Malam itu aku memaksa tanganku yang tak larat itu membuka juga seberapa banyak lembaran Al-Qur'an dan meneruskan pembacaan dengan airmataku yang bagai tak mahu berhenti mengalir.......


Terbit untuk Portal Islam Murabbi pada 5 Aug 2011 LINK

Jumaat, 1 Julai 2011

"I have a dream"' dan Visualisasi

Dia dipilih untuk mewakili IPTAnya ke sebuah konvensyen pelajar kejuruteraan antarabangsa selama seminggu di salah sebuah universiti terkemuka ditanahair. Konvensyen yang disertai oleh wakil-wakil dari IPTA dan juga dari luar negara.

Dihari pendaftaran, majlis suaikenal telah diadakan dan para perwakilan dibahagikan kepada beberapa kumpulan dan dia telah dipilih menjadi ketua didalam kumpulan yang disertainya yang mana terdiri dari beberapa orang pelajar dari luar dan dalam negara.

Sepanjang konvensyen itu, pelbagai aktiviti, bengkel dan program telah dijalankan. Didalam salah satu dari program yang diadakan adalah 'toast master' iaitu public speaking didalam Bahasa Inggeris yang mana peserta dikehendaki membicarakan sesuatu topik. Tajuk topik hanya akan diberikan hanya ketika nama peserta dipanggil keatas pentas. Bagi setiap peserta, salah seorang pengkritik yang terdiri dari 3 orang panel akan memberikan pandangan, kritikan dan komen.

Dia telah mengambil keputusan untuk mewakili kumpulannya didalam program ini. Debaran amat dirasakan apabila satu persatu peserta mula dipanggil dan memberikan ucapan mereka. Perbezaan cara penyampaian amat ketara terutama dari peserta dari luarnegara yang ternyata lebih matang dan bernas dalam memberikan penyampaian dan mengolah sesuatu tajuk yang diberikan. Kefasihan penguasaan Bahasa Inggeris juga amat menyerlah dan ini menambahkan lagi debarannya.

Apakah ikhtiar yang dapat dilakukannya disaat-saat akhir dan penuh debaran ini?
Mulanya dia berdoa semoga apa jua tajuk yang diterimanya merupakan topik yang paling sesuai dan terbaik dengan pengetahuannya. Affirmasi mula diucap berulangkali :
"Tajuk yang kuperolehi merupakan tajuk yang paling terbaik dan sesuai denganku"' ulangnya sambil tersenyum optimis.

Dia cuba untuk bertenang, mengambil langkah-langkah yang telah dipelajarinya iaitu menyusun pernafasan syahadah, dan memulakan - Teknik Visualisasi.

"Ketika dirinya mula menguasai ketenangan dan seolah-olah tidak berada ditengah keriuhan ramai itu lagi, dia mula membayangkan apa yang diinginkannya berlaku. Dia memvisualkan dirinya bercakap dengan fasih dan petah diatas pentas, dan disudahi dengan tepukan gemuruh para audien, beserta 'standing obviation' dari para hadirin.

Visualisasinya diakhiri dengan doa semoga apa yang divisualkannya itu dimakbulkan. Langkah seterusnya ialah menanam perasaan gembira dan lega kerana merasakan dirinya berada didalam proses menerima permintaan kerana doanya telah dimakbulkan sesuai dengan janji Allah didalam Al-Qur'an bahawa setiap doa pasti dimakbulkan."


Akhirnya saat yang dinantikan tiba jua, namanya dipanggil kepentas dan topik mula diberikan. 'Dreams' itulah tajuk yang diberikan padanya untuk dikupas.

Seketika dia berdiri dan melihat kebawah pentas. Namanya dipanggil sebagai peserta terakhir dan para audien mungkin telah merasakan kebosanan dan kelihatannya sedang berbual sesama sendiri didalam auditorium itu.

Sejurus dengan tiba-tiba timbul idea untuk menarik perhatian audien supaya kembali memberikan perhatian kepentas. Didalam suasana agak hingar bingar dengan suara bersembang para audien dipanggung auditorium, tiba-tiba kedengaran:

'...i have a dream...a song to sing...' Satu suara menyanyikan lagu I Have A Dream yang dipopularkan oleh kumpulan ABBA.

Maka seluruh auditorium menjadi senyap dan tertumpu padanya yang sedang melontarkan nyanyian lagu itu. Dengan penuh keyakinan dia memulakan bicara.....

Dia sendiri pun tidak tahu apa yang disampaikan olehnya. Akan tetapi yang disedarinya, loceng masa tamat sudah berbunyi dan dia terus mengakhiri ucapannya.

Tanpa disangka, semua hadirin bangun memberikan 'standing obviation'. Tepukan amat gemuruh. Dan yang amat memeranjatkan, bukan hanya seorang pengkritik yang ingin memberikan pandangan, tetapi ketiga-tiga orang ahli penal ingin mengemukakan pendapat mereka masing-masing pada dirinya.

Semua pandangan dari ketiga-tiga panel dimulai dengan 'Berikan satu lagi tepukan gemuruh pada dia...' dan dia menerima komen yang amat positif dan membina dari ketiga-tiga panel.
"Are you sure this is your first public speaking?...'"
"You are born to be a speaker!.."
"This is a very inspiring and motivated speech..."


Ketika dia menuruni pentas, para audien berdiri dan menghulurkan tangan untuk mengambil kesempatan untuk bersalam dengannya seolah-olah dirinya seorang pakar motivasi yang baru selesai memberikan ceramah yang membakar semangat.

Akhirnya dia dinobatkan sebagai The Best Speaker didalam program itu walaupun sebenarnya, inilah kali pertama dia memberanikan dirinya untuk bercakap didepan khalayak umum seperti itu.

Epilogue dari kejayaannya itu, namanya disebut-sebut oleh ramai perwakilan dan akhirnya wakil dari IPTA yang diwakilinya datang dari ibupejabat untuk memberikan ucapan tahniah padanya yang telah menaikkan nama IPTAnya dikalangan pelajar-pelajar dari Universiti lain yang lebih gah dari IPTA yang diwakilinya.

InsyaAllah, semoga bintangnya akan terus bersinar dan kejayaan ini menjadi platform padanya untuk maju jauh lebih ke depan lagi.

Syukur Alhamdulillah, tiada daya upaya melainkan dengan izin Allah.

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]