Khamis, 19 Mei 2011

Positive Self Image adalah Sunnah

Yazid Al Busthami, seorang ahli sufi pada suatu hari pernah dikunjungi oleh seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut.

Dengan murung lelaki itu mengadu,

”Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?”

Yazid menjawab :

“Perbaiki penampilanmu dan ubahlah air muka wajahmu. Tahukah engkau?, Rasulullah SAW adalah penduduk dunia yang miskin namun, wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria.

Hadis Nabi S.A.W:

"Salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.”

Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya. Mulai hari itu, wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh. Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah, wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Air mukanya berseri.

Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum.Bahkan Rasulullah SAW menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya.




Kesimpulan: Senyum, Kebersihan dan Kekemasan Diri serta Menjaga Penampilan Diri supaya orang menjadi selesa berkomunikasi dengan kita adalah SUNNAH dan dituntut oleh agama. Zuhud bukan bererti anda perlu selekeh dan meloyakan.

Dari kisah ini terbukti bahawa baginda Rasulullah S.A.W telah mengajarkan tentang Positive Self/Body Image 1500 tahun dahulu lagi.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]