Selasa, 3 Ogos 2010

SABAR





[64]
Wahai Nabi, cukuplah Allah menjadi Penolongmu, dan juga pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.

[65]
Wahai Nabi, peransangkanlah orang-orang yang beriman itu untuk berperang. Jika ada di antara kamu dua puluh yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu); dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan yang kafir, disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengerti.

[66]
Sekarang Allah telah meringankan daripada kamu (apa yang telah diwajibkan dahulu) kerana Ia mengetahui bahawa pada kamu ada kelemahan; oleh itu jika ada di antara kamu seratus orang yang sabar, nescaya mereka akan dapat menewaskan dua ratus orang; dan jika ada di antara kamu seribu orang, nescaya mereka dapat menewaskan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan (ingatlah) Allah beserta orang-orang yang sabar.

(Maksud Ayat) Al-Anfal:64,65,66

DEFINISI SABAR
Tafsir Mufradat:
SHABR: Sabar, berasal dari kata dasar: shabara - Yashbiru - shabran, yang berarti: menahan, berani, bersabar.

Dalam Al-Qur’an, kata sabar diulang sebanyak 103 kali yang tersebar dalam 46 surah dan 101 ayat. Menurut al-Ashfahani, kata “shabr” mempunyai arti yang berbeda-beda sesuai dengan objeknya.

Sebagian mufassir memberikan definisi “shabr” sebagai berikut: Shabr ialah menahan dari atau tabah dalam menghadapi kesulitan atau ujian yang berat, baik ujian fizikal atau pun ujian rohani.

MANFAAT BERSABAR

Hayati maksud ayat 64, 65 dan 66 dari Surah Al-Anfal yang tersebut diatas. Hanya dengan kesabaran, seseorang itu boleh mendapat kemenangan dan bantuan dari Allah SWT. Bahkan golongan yang sedikit, mampu mengalahkan golongan yang lebih besar, sekiranya memiliki kesabaran yang hakiki dan jitu.

Sabar mendidik kita menjadi seorang yang optimis, kerana terdapat banyak tuntutan supaya 'husnuzzon' (positif thinking) dalam usaha untuk menjadi seseorang yang mampu bersabar. Contohnya, dalam menerima sesuatu bala, musibah atau ujian, hanya orang-orang yang memiliki 'husnuzzon' sahaja yang dapat memandang perkara tersebut dari persepsi positif, dan benar-benar memahami bahawa setiap sesuatu itu mempunyai hikmah disebaliknya, dan benar-benar beriman (meyakini) bahawa Allah tidak sesekali menzalimi hamba-hambaNya.


Salam Positif,

taalidi

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]