Ahad, 18 April 2010

Mimpi Buruk dan Tindakan Kita

Rasulullah S.A.W bersabda:
Mahfumnya: "Mimpi yang baik adalah dari Allah, sedang mimpi buruk adalah dari syaitan. Apabila seseorang dari kamu bermimpi yang disenangi, janganlah kamu mebicarakan kecuali kepada yang senang mendengarnya" (Riwayat al-Bukhari, no.7017, Muslim 2261)

Tindakan selepas seseorang bermimpi buruk:

a. Meludah ke kiri 3 kali
b. Meminta pertolongan Allah daripada godaan syaitan dan kedahsyatan mimpinya
sebanyak 3 kali
c. Membalikkan tubuh (posisi tidur)
d. Tidak menceritakan mimpi itu kepada orang lain
e. Mengambil wudhu dan bersolat

Kesimpulan dari Persepsi Kaedah Husnuldzon: Apabila kita mengalami mimpi yang baik , adalah lebih baik kita merahsiakannya , atau pun hanya bercerita kepada orang yang senang bila mendengarinya- maksudnya, carilah orang yang arif dan berfikiran positif agar dapat mentafsir atau memberi pandangan tentang mimipi itu dari persepsi positif supaya dengan mimpi itu, kita masih tetap menghantar gelombang positif secara konsisten.

Apabila kita mengalami mimpi buruk pula, adalah lebih baik kita merahsiakannya dan memohon perlindungan dari Allah supaya memberikan perlindunganNya kepada Kita. Tujuan kita dilarang dari membicarakannya ialah supaya kita terus-menerus memberi tumpuan pada mimpi buruk tersebut dan berulangkali membayangkan tentang mimpi itu yang mana ini menyebabkan kita menghantar frekuensi negatif yang akan menarik tenaga-tenaga negatif berbentuk mimpi buruk tersebut kepada diri kita.

Artikel asal susunan: taalidi

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Tinggalan pesanan anda

Nabi SAW bersabda: ”Barangsiapa diberi KEBAIKAN kemudian ia berkata kepada orang yang memberi kebaikan, ‘jazakallah khairan’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka dia sungguh telah memberikan PUJIAN yang sangat baik.”
[HR Tirmidzi]